Kampanye Dialogis di Desa Buyat II, AMA-UKP Banjir Dukungan Simpatisan

Kampanye DIalogis di Desa Buyat II, AMA-UKP Banjir Dukungan Simpatisan

Kotabunan, DIVANEWS.co – Kampanye dialogis di Desa Buyat II, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pasangan calon (paslon) Amalia S Landjar SKM dan Uyun K. Pangalima S.Pd (AMA-UKP) banjir dukungan dari Simpatisan.

Hasil pantauan wartawan ini, dukungan masyarakat ke AMA-UKP terus meningkat. Orasi politik AMA-UKP, bak memberi makan ikan dalam telaga. Masyarakat lapar akan program-program yang tepat menyentuh.

Bacaan Lainnya

UKP, pada orasi politiknya mengatakan, semua potensi yang ada di Kabupaten Boltim akan diberdayakan untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

“Jika sudah dipercayakan memimpin daerah, sementara dalam satu tahun AMA-UKP tudak becus dalam pemerintahan, silahkan turunkan kami,” tegasnya.

Baca Juga :   DPRD Boltim Gelar Paripurna Usulan Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Wabup Terpilih

Sementara itu, AMA dalam sambutannya mengajak pendukung tidak melayani narasi-narasi kebencian.

“Tunjukkan bahwa pendukung militan AMA-UKP adalah orang-orang terdidik. Jangan membalas cacian dan hinaan orang lain. Ciptakan kondisi yang positif antar masyarakat. Kita semua orang baik, jadi lakukanlah yang baik-baik,” tuturnya.

AMA, diketahui adalah Calon Bupati Boltim termuda dari calon lainnya. Selain itu, AMA juga masih atau belum menikah. Keuntungan dari itu, AMA akan lebih fokus menjadi tulang punggung rakyat Boltim karena belum memikirkan keluarga.

Lebih lanjut, menampik isu yang beredar soal dinasti, AMA mengatakan, ini Indonesia, bukan Korea atau Arab Saudi.

“Dinasti politik adalah kekuasaan yang secara turun temurun dilakukan dalam kelompok keluarga yang masih terikat dengan hubungan darah. Tujuannya untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan dengan dinasti politik, pergantian kepemimpinan mirip kerajaan. Sebab kekuasaan di wariskan turun temurun dari pemilik dinasti,” jelasnya.

Baca Juga :   Bupati Sehan Landjar Hadiri Pelantikan Pengurus DPD KNPI Boltim

“Namun di Indonesia, dan salah satunya di Boltim, seorang pemimpin adalah pilihan rakyat. Rakyat yang memilih. Bukan ditunjuk oleh pemimpin sebelumnya. Jadi ini tidak ada kata dinasti,” tandas AMA. (Man)

Pos terkait