Kontak Erat Dengan Pasien Diduga Corona, Ketua DPRD Boltim Minta Pjs Bupati Diisolasi

Kontak Erat Dengan Pasien Diduga Corona, Ketua DPRD Boltim Minta Pjs Bupati Diisolasi
Tampak penolakan dari warga terhadap pasien yang di duga Corona di Puksesmas Modayag.

BOLTIM, DivaNews.co – Oknum yang diduga Asisten pribadi (Aspri) Penjabat sementara (Pjs) Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Christiano Talumepa, terkonfirmasi diduga positif Covid-19.

Meski sudah diisolasi di Puskemas Modayag, namun keberadaan pasien tersebut mendapat penolakan dari warga. Alasan penolakan warga, agar virus yang di bawah dari luar tersebut tidak menyebar ke warga sekitar.

Bacaan Lainnya

Sehingga pihak Puskesmas mengambil langkah rujuk atau memindahkan pasien terduga Covid-19 ke rumah sakit di Manado.

Baca Juga :   Sambut Natal dan Tahun Baru 2020, Pemkab dan Polres Gelar Rapat

Terkait dengan hal ini, Ketua DPRD Boltim Fuad Landjar menegaskan agar virus corona ini tidak menyebar atau mengjangkiti warga, lebih khusus ASN Boltim, maka orang paling dekat mempunyai kontak erat dengan pasien terduga corona adalah Pjs Bupati, diharuskan juga melakukan isolasi.

“Kepada petugas gugus Covid-19 lebih khusus kepada Dinas Kesehatan Boltim agar segera menelusuri siapa saja yang kontak erat. Kalau itu terindikasi adalah benar Pjs Bupati Boltim, maka dinas kesehatan segera ambil langkah penanganan sesuai protap penanganan Covid-19,” tegas Fuad. Sabtu, (17/10/2020).

Fuad mengatakan, setahu dia bahwa virus corona itu tetap bisa menyebar, walaupun tidak menunjukkan gejala. Jadi meskipun yang kontak erat tidak menunjukan gejala harus mengisolasi diri.

Baca Juga :   Mudahkan Informasi Bagi Masyarakat, Diskominfo Boltim Buat Kanal YouTube LAPOR SP4N BOLTIM

“Sebelum Covid-19 bertambah di Boltim, Dinas Kesehatan perlu mengambil langkah tegas,”tegas Ketua DPRD Boltim ini.

Diketahui, pagi tadi Sabtu, (17/10/2020) masyarakat Modayag melakukan aksi protes di depan Puskesmas Modayag setelah mengetahui ada pasien terduga Covid-19 yang dirawat di puskes.

Sangadi Desa Modayag Beni Mokoginta mengatakan, protes warga di depan Puskesmas Modayag dikarenakan mereka tidak mengizinkan ada pasien yang diduga corona di rawat di Puskes tersebut.

“Penolakan yang dilakukan masyarakat, karena khawatir terinfeksi penyakit tersebut,” kata Beni, dikutip dari kabarboltim.com. (Red/*)

Pos terkait