Pakaian Adat Baniang dan Salu Setiap Kamis Wajib Untuk ASN PPPK THL Pemkab Boltim

BOLTIM, DivaNews.co – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si mengeluarkan surat edaran tentang instruksi penggunaan pakaian Adat untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK termasuk Tenaga Harian Lepas (THL).

Penggunaan pakaian dinas Pemkab Boltim, tertuang dalam surat instruksi yang ditanda tangani Bupati Kabupaten Boltim, Sam Sachrul Mamonto dengan Nomor :10/BMT/149/IX/2022. Menariknya, dalam instruksi tersebut pada hari Kamis, disebutkan bahwa para ASN dan THL Pemkab Boltim harus menggunakan pakaian adat daerah Bolaang Mongondow atau Baniang dan Salu.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   TP-PKK Boltim Dilantik, Budiman: Marilah Kita Menjadi Suri Tauladan

Instruksi Bupati Boltim, mewajibkan tarian Dana Dana bagi ASN, dan pengunaaan pakaian dinas/ pakaian adat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bagi Tenaga Harian Lepas (THL) pada hari tertentu.

Sebagaimana instruksi Menteri Dalam Negeri, Nomor 11 Tahun 2020 tentang pakaian dinas ASN di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah dan untuk meningkatkan kedisiplinan, motivasi kerja, identitas daerah serta kewibawaan ASN di lingkungan Pemkab Boltim.

Hal ini demi melestarikan kearifan lokal, sekaligus menghali sejarah, juga mengembangkan potensi wisata budaya Mongondow. Oleh, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus berupaya melestarikan adat istiadat dan kebudayaan di daerahnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Moh. Rezha Mamonto. Menjelaskan, instruksi Bupati ini wajib bagi seluruh ASN, non ASN termasuk THL di lingkup Pemkab Boltim.

Baca Juga :   Satlantas dan Dishub Boltim Razia Pengendara Tak Gunakan Helm dan Masker

“Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 11 Tahun 2020 tentang penggunaan pakaian dinas, setiap hari Kamis Pemda diberikan kewenangan untuk mengatur pakaian dinasnya sendiri,” ujarnya.

“Sehingga Pemda Boltim mengkhususkan setiap hari Kamis semua ASN wajib menggunakan pakaian adat khas daerah Baniang merupakan pakaian laki-laki dan Salu adalah pakaian perempuan,” jelasnya.

Reza menjelaskan. Tujuan penggunaan pakaian adat daerah, agar semua ASN yang ada di Boltim dengan berbagai macam suku mulai dari suku Mongondow, suku Minahasa, suku Sangihe, suku Gorontalo, suku Jawa, dan suku Bugis lebih mengenal adat dan budaya daerah Boltim.

“Ini untuk identitas agar supaya semuanya bisa mengenal adat budaya Boltim. Tujuannya adalah untuk melestarikan kearifan lokal, sekaligus menggali sejarah, juga mengembangkan potensi wisata budaya Mongondow,” pungkasnya.

Baca Juga :   Pemkot Kotamobagu Peduli Banjir Motongkat Utara, Bupati Boltim Ucapkan Terima Kasih   

(redaksi)

Pos terkait