Pengadaan Fingerprint Diduga Dimark Up Dinas Pendidikan Boltim


Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/crrlqucy/public_html/wp-content/themes/bloggingpro/template-parts/content-single.php on line 81

TUTUYAN TotabuanExpress.co.id – Pengadaan Fingerprint (absen sidik jari) tahun 2018 di sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), diduga harganya dimark up Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim.

Hal ini sebagaimana dituturkan salah satu guru yang tak mau namanya di publis. Kata dia, harga yang dibayar ke pihak Ke tiga Rp2,9 juta. Padahal harga barang tersebut tidak seperti itu.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena pihak ketiga ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Boltim,” Ungkap Sumber, Rabu (9/10/2019).

Baca Juga :   POLRI Peduli Penghijauan, Bupati Boltim Motivasi Siswa dan Masyarakat

Menurutnya, harga fingerprint Terlalu tinggi yang diberikan, padahal hasil pengecekan di online harganya sekitar Rp1 jutaan lebih dengan tipe solution X105. Pembayaran fingerprint diambil dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018.

“Padahal fingerprint ini sebelumnya sudah ada pengadaan 2017, namun dibeli kembali,” ujar sumber.

Kepala Inspektorat Kabupaten Boltim, Meike Mamahit saat di konfirmasi mengaku, pengadaan fingerprint 2018, saat dilakukan pemeriksaan oleh tim, adanya mark up harga.

“Kami temukan adanya mark up harga dalam pengadaan fingerprint di sekolah dasar,” Beber Mamahit.

“Temuan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh sebagian sekolah. Dengan menyetor kepada negara. Namun masih ada sekolah belum menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut,” sambungnya.

Baca Juga :   PWI Boltim Jadwalkan Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan Angakatan Ke-XXX

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim, Yusri Damopolii, saat disambangi oleh sejumlah Awak Media di ruang kerjanya mengatakan pengadaan fingerprint diberikan ke pihak ketiga.

“Sekolah menganggarkannya dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) lewat dana BOS, masalah mark up harga tidak ada, karena pembelian sesuai dengan harga yang dicek di Kotamobagu,” ketus Damopolii.

“Saya rasa harganya sudah sesuai termasuk ongkos kirim dan pajak,” singkatnya.
(Gunawan Mangkulo)

Pos terkait