Sukseskan Program PTSL, Kantor Pertanahan Boltim Gelar Penyuluhan

Kepala kantor pertanahan boltim Yandri Rory bersama Kejari Kotamobagu, Kapolres Boltim dan Camat Modayag pada acara penyuluhan pertanahan.  

BOLTIM, KabarTotabuan.com – Guna mensukseskan program pemerintah pusat tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2020. Kantor Pertanahan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanahan, bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Purworejo Induk Kecamatan Modayag. Kamis, (5/12/2019).

Kegiatan ini di hadiri oleh Camat Modayag mewakili Pemkab Boltim, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Dasplin, SH.MM, Kapolres Bolaang Mongondow Timur AKPB. Irham Halid, SIK, Kapolsek Modayag IPTU. Joel lalensang, Sangadi dan perangkat desa se-Kecamatan Modayag bersatu.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Camat Modayag Sukaryanto Sudikromo. Sekaligus dikesempatan itu ia berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan sosialisasi dari BPN sampai dengan selesai.

Baca Juga :   Ini Nama Nama Pengurus Karang Taruna Boltim Masa Bakti 2022 - 2027
Sangadi dan Perangkat Desa menghadiri penyuluhan Pertanahan.

“Kepada seluruh Sangadi dan aparat desa agar segera mendata tanah masyarakat yang belum bersertifikat untuk didaftarkan ke pemerintah untuk mendapatkan Sertifikat secara gratis sesuai dengan program Pemerintah,” harap Camat.

Kepala Kantor Pertanahan Boltim, Yandri D.R Rory, S.SiT,M.Si mengatakan. Penyuluhan pertanahan ini dalam rangka memberikan pemahaman kepada seluruh Sangadi (Kepala Desa) serta perangkat desa tentang pertanahan sekaligus permasalahan dan pencegahannya, harus tertib administrasi dan hukum pertanahan serta pelaksanaan PTSL. Untuk tahun 2020 mendatang, ada 2500 bidang yang di alokasikan untuk dua Kecamatan di Boltim. Yaitu Kecamatan Modayag dan Kecamatan Kotabunan.

“Diharapkan para Sangadi dan perangkat desa dapat segera mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mendaftarkan semua bidang tanah yang belum bersertipikat melalui program PTSL,”jelasnya.

Ditegaskannya. Program PTSL tidak di pungut biaya oleh Kantor Pertanahan dan kami akan mensukseskan program ini sampai masyarakat mendapatkan sertipikat tanah.

Baca Juga :   Masyarakat Antusias Sambut Turnamen Sepak Bola, Al-Ikhlas Cup Kotabunan Diapresiasi

“Ada pun pembiayaan hanya ditahap persiapan oleh Sangadi perangkat desa dan kelompok masyarakat PTSL dalam rangka untuk penyiapan dokumen, pengadaan patok tanda batas dan operasional Sangadi ke kantor pertanahan,”terangnya.

Sembari menambahkan. Semoga tujuan PTSL untuk memberikan kepastian hukum hak atas tanah, meningkatkan kesejateraan ekonomi masyarakat dan mengurangi sengketa tanah yang dirasakan oleh masyarakat.

“Kegiatan penyuluhan pertanahan ini akan berlanjut di Kecamatan Kotabunan pada Jum’at, (6/12/2019) besok,”bebernya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Dasplin, SH.MM menyampaikan beberapa hal yang perlu diketahui dalam pembuatan sertifikat.

“Pertama membuat perencanaan, penganggaran akurat dan libatkan istansi bersangkutan serta kepala desa dan tokoh masyarakat yang tahu sejarah tanah yang akan di buatkan sertifikat agar dalam proses pembuatan sertifikat tidak ada permasalahan yang terjadi dikemudian hari. Kemudian dalam pendataan tanah, Instansi terkait harus selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat baik pemerintah desa (Sangadi-red) dan aparat desa serta tokoh adat,” jelas Dasplin.

Baca Juga :   Mendagri Minta PTSP Diisi Orang-Orang Berintegritas

Kapolres Boltim, AKBP. Irham Halid, SIK menambahkan, dalam setiap pengurusan sertifikat harus melengkapi setiap persyaratan yang dimintakan oleh BPN dan tanah yang akan dibuatkan sertifikat tidak dalam keadaan bersengketa.

“Kepada seluruh Sangadi dan aparat desa serta masyarakat, jika ada oknum yang meminta biaya dalam pengurusan sertifikat agar segera melaporkan ke Tim Cyber Pungli yang terdiri dari Kejaksaan, Kepolisian dan Inspektorat daerah. Dan jika ada permasalahan tanah bisa dilaporkan ke kejaksaan,” tegas Irham.

Dikesemapatan itu Kapolres mengimbau kepada seluruh Sangadi dan aparat desa serta masyarakat dapat menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing menjelang Peryaan Natal dan Tahun Baru.

(Red)

Pos terkait