Terkait Harga Tanah 20 Ribu Dari PT.ASA, Tokmas Kotabunan Ini Angkat Bicara

Terkait Harga Tanah 20 Ribu Dari PT.ASA, Tokmas Kotabunan Ini Angkat Bicara
Achmad Benny Mbayang, Tokoh Masyarakat Kotabunan.

KOTABUNAN, DivaNews.co – Terkait penetapan harga tanah sangat di bawah standar untuk kepentingan perluasan area pertambangan Perseroan Terbatas Arafura Surya Alam (PT. ASA) di wilayah Kotabunan dan Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memantik tanggapan Tokoh masyarakat (Tokmas) di Desa ini.

Ia menyoroti harga yang di patok oleh PT ASA sangat tidak masuk akal, ini sudah termasuk pembodohan terhadap masyarakat lingkar tambang. Demikian disampaikan Tokoh Masyarakat Kotabunan Achmad Benny Mbayang saat bersua dengan media ini. Minggu, (14/03/2021).

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   Bupati Boltim Sam Sachrul Bangga Kepada Peserta Calon Guru dan Operator

“Harga yang di patok oleh PT.ASA hanya Rp 20,000 permeter harga tersebut sudah termasuk tanam tumbuh, Harga sama ini berlaku juga bagi tanah kosong. Maksudnya, tanah berisi tanaman dan tanah tidak berisi tanaman sama harga Rp.20.000. Artinya, tanaman yang ada ini tidak dihargai oleh Perusahan. Saya melihat ini adalah pembodohan kepada masyarakat,”ujar mantan BPD Kotabunan dua periode ini.

Adanya harga yang tidak masuk akal dari PT.ASA, dirinya menduga ada Broker tanah atau makelar tanah yang sengaja berperan memainkan harga.

“Kalau berbicara kompensasi itu harusnya ada tabel dari perusahan, dan ini yang pihak perusahan selalu katakan melalui eksternal yaitu Pak Andreas menyampaikan bahwasanya ini sudah merupakan ganti rugi pembebasan lahan, kalau menurut analisa saya bukanlah ganti rugi tapi melainkan jual beli biasa. Makanya saya mencurigai ini ada permainan antara orang di dalam perusahan ataukah pihak ketiga yang memanfaatkan dan disini akan terjadi pembodohan terhadap masyarakat. Dan saya selaku masyarakat Bolaang Mongondow Timur khususnya Desa Kotabunan sangat menyesalkan,”beber.

Baca Juga :   Polres Boltim Kembali Berhasil Amankan Pengedar Miras Beserta Babuk di Kotabunan

Adanya polemik penetapan harga tanah ini, Achmad Benny Mbayang berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dapat memperhatikan harga tanah khususnya di Kotabunan dan Bulawan.

“Sehingga ini perlu ada keseriusan dari Pemerintah Daerah dalam hal ini kapasitas sebagai pimpinan dapat memperhatikan harga tanah masyarakat di area pertambangan PT.ASA di Kotabunan dan Bulawan. Karena menurut saya nilai tanah yang dikatakan kompensasi terlalu murah, supaya tidak merugikan masyarakat di wilayah ini karena salah satu sumber kehidupan mereka, saya berharap Pemerintah Daerah harus bijak menanggapi persoalan ini ,”harap Achmad akrab di sapa Ko Benny.

Sembari menambahkan. Selaku tokoh masyarakat, dirinya bukan menolak investasi karena dengan investasi ekonomi masyarakat di wilayah ini bisa meningkat.

Baca Juga :   Jelang Nataru, Kapolda Sulut Ingatkan Pencegahan Covid 19

“Akan tetapi apabila ada investasi tidak mengikuti prosedur atau peraturan perundang-undangan yang berlaku maka perlu masyarakat Kotabunan dan Bulawan untuk mengambil sikap tegas untuk menolak perusahan tersebut,”tegas Tokmas dikenal memiliki jiwa sosial ini.

(Red)

Pos terkait