BOLTIM, KabarTotabuan.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar,SH lagi-lagi menambah 300 Ton stok beras untuk masyarakat yang terdampak penanggulangan pencegahan Covid-19.
Sehinggah keterlambatan penyaluran bantuan ke masyarakat bukan merupakan unsur kesengajaan. Karena ada ketambahan stok maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berupaya menyesuaikan data penerima dari jumlah Kepala Keluarga (KK) yang ada.
Sebelumnya hanya 600 Ton Beras yang disiapkan Pemerintah Boltim menjadi 900 Ton, pertimbangan Bupati karena mengingat jumlah angka penduduk dari validasi data terkahir.
“Untuk penyaluran beras dan sembako di Boltim, memang agak terlambat penyaluran ke masyarakat, karna yang tadinya kita persiapkan 600 ton naik 900 ton,”jelas Bupati saat berkunjung ke Gedung DPRD Boltim. Selasa, (14/04/2020).
Menurut Bupati, penambahan stok sembako terukur dari kurang lebih 28.300 KK, sementara jumlah data yang masuk ke Pemda itu 18.357 KK dari kurang lebih 63.000 jiwa.
“Jadi penyaluran selambatnya dalam kurun waktu pekan ini, karna memang ini kita persiapkan betul – betul, karna rakyat tidak perlu menjemput nanti kita akan bentuk tim penyalur dari Pemda, melibatkan TNI, Polri, Wartawan, LSM, Ormas dan Pemerintah Desa serta Organisasi Kepemudaan,”terang Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa, penyaluran Sembako darurat Covid-19 ini dihitung klasifikasi jumlah setiap KK dalam satu rumah.
“Insya Allah tiga hari ini lagi tidak berhalangan kita akan lanjutkan penyaluran sebanyak 300 ton dengan asumsi satu, dua orang mendapat 15 Kg, tiga, empat orang 20 Kg, lima, enam orang 25 Kg, tujuh, delapan dapat 30 Kg, sembilan, sepuluh orang dapat 35 Kg hingga batas paling tinggi mendapat 40 kg, ditambah dengan sembako lainya berupa minyak, gula pasir dan ikan kaleng yang disesuaikan,” papar orang nomor satu di Boltim ini.
(Man)













