BOLTIM, DivaNews.co – UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tengah menangani kasus perundungan atau bullying terjadi di sebuah Sekolah Dasar di disalah satu wilayah di Boltim.
Dimana video korban menangis akibat di bully dan sempat viral.
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA Boltim bersama instansi dan lembaga terkait telah melakukan upaya mediasi dengan mempertemukan kedua orang tua yang anaknya menjadi korban dan pelaku perundungan. Pada Senin, (08/8/2022) kemarin.
“Tadi sudah ada pertemuan dan pembicaraan antara keluarga, ada Dinas PPPA, Unit PPA, Dinas Pendidikan, ada juga Pengacara, Kepolisian dari Polres dan Polsek Modayag. Jadi tadi sudah mediasi antara keduanya,” kata Wenda Arif, Kepala UPTD PPA Boltim.
Dari hasil mediasi lanjut Wenda, keduanya sepakat berdamai. Namun begitu Wenda mengungkapkan, bahwa ada beberapa anak yang sering memukul korban, sehingga pihak kepolisian akan mendalami hal tersebut.
“Terungkap tadi kalau ternyata ada beberapa anak yang sering memukul korban, jadi pihak kepolisian akan memanggil beberapa pelaku untuk dimintai keterangan. Mereka akan diundang,” beber Wenda.
Lanjut Wenda, Korban yang saat ini duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar begitu semangat usai ditemui oleh Pemerintah Boltim dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim.
“Korban semangat sekali sekolah, bahkan Kepala Dinas Pendidikan akan memperhatikan sekolahnya sampai menjadi anak asuh, hingga SMA,” kata Wenda
Sembari menambahkan untuk penanganan korban akan ada pendampingan psikolog.
(redaksi/*)













