BoltimWisata

Misteri Pulau Racun di Boltim dan Keistimewaannya

111
×

Misteri Pulau Racun di Boltim dan Keistimewaannya

Sebarkan artikel ini
Foto: Pulau Racun di Desa Bulawan Boltim. (Istimewa)

KOTABUNAN, TotabuanExpress.co.id –  Pulau Racun adalah pulau satu-satunya di bumi Totabuan Sebelah Timur, yang terletak diantara Desa Bulawan dan Desa Buyat  Kecamatan  Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Selasa (1/10/2019).

Meski namanya sangat menyeramkan, namun pulau ini memiliki keistimewaan. Pulau Racun  menjadi perbincangan masyarakat Boltim sekarang ini. Pasalnya, pulau yang terletak diantara Boltim dan Minahasa Tenggara (Mitra) ini, mengundang banyak tanda tanya mengapa dinamakan pulau Racun.

Apa sebab dinamakan Pulau Racun ?

Misteri nama pulau ini pun terjawab, menurut mantan Sangadi (Kepala Desa) Kotabunan HT Potabuga (73), bahwa pulau yang berukuran sekitar 90 meter dan  lebar 40 meter ini dinamakan pulau Racun, karena dulunya menjadi tempat pembuangan atau pengasingan mereka yang memiliki ilmu hitam.

Baca Juga :  Penyusunan RKPD Tahun 2023, Warokka: Harus Singkron Dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati

“kata Pulau Racun ini diambil dari bahasa Mongondow yaitu LIBUTON PONGGAING yang artinya Pulau Racun,” ujar HT Potabuga.

Nini Abdullah (45) warga Kotabunan, mengatakan, nenek moyangnya pernah bercerita, pada waktu Perang Semesta (Permesta) 1957, banyak orang yang memiliki ilmu hitam dibunuh di pulau yang tidak berpenghuni itu (pulau Racun-red).

Kata Dia,  pada waktu itu (Zaman Permesta), orang-orang yang memiliki ilmu hitam atau belajar ilmu hitam, dieksekusi di pulau tersebut. “Cerita ini almarhum nenek saya K. Damopolii (92)  yang menceritaan,” ucap Nini Abdullah.

Untuk mencapai pulau Racun, dari Desa Bulawan Boltim, butuh 10 hingga 25 menit menggunakan perahu mesin  katinting.

Saat musim kemarau, pohon -pohon yang tumbuh di pulau ini menggugurkan daunnya, namun  tidak pernah mati, padahal tanamannya tumbuh diatas tanah bercampur bebatuan besar.

Baca Juga :  Bentuk Perhatian, PT. ASA Kembali Salurkan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu

“Di bawah pulau ini ada gua besar  dimana gua tersebut pernah didatangi para penyelam mancanegara” tutur Efendi Wakid (52) warga Bulawan.

Disekitar pulau Racun, bagi orang-orang yang hobi memancing sangat pas karena banyak sekali ikan-ikan besar yang berseliweran  disana. mulai dari ukuran kecil sampai berukuran  raksasa.

“Jika cuaca bagus, warga sering datang memancing. ikan yang mereka dapat, ada ikan Kuwe (Bobara), Kerapu (Goropa), serta ikan besar seperti Gorango paling banyak dijumpai,” ujar Juma Mokoagow (46) Nelayan asal Desa Bulawan.

Konon, dipulau Racun setiap pukul 18.00 wita, ribuan burung menghiasi pepohonan di sekitar pulau. warga setempat kerap melihat burung bangau, dan burung ikan, masyarakat Bulawan menyebut burung ikan adalah burung Cakalang. pada pagi hari, kawanan  burung-burung Bangau dan  burung Cakalang sudah tidak ada, tapi pada waktu yang sama, mereka kembali lagi ke pulau Racun.

Baca Juga :  Pemdes dan Masyarakat Lawan DBD Dengan Cara PSN, Berikut Penjelasan Dinkes Boltim

Dibagian tepi pulau Racun, langsung berbatasan dengan laut curam, tidak ada pantai sama sekali. bagi para penyelam, hal ini menjadi sensasi menantang.

menurut para Guide, berkunjung ke pulau racun adalah antara Bulan Mei dan Desember. waktu menyelam terbaik antara pukul 07.00-1100 wita.

Pada Bulan Mei dan Desember, pulau Racun kondisi perairannya lebih tenang. jika sedang beruntung, penyelam bisa melihat ikan Hiu, ikan Pari, dan bahkan ikan Paus.

Bagi penyelam profesional, tidak lengkap jika belum berkunjung di pulau yang berdekatan dengan pulau Kumeke ini. (rey)