BOLTIM, KabarTotabuan.com – Mencegah lebih baik dari mengobati. Seperti itu kata yang tepat dalam situasi darurat kesehatan akibat pandemi Virus Corona. Masyarakat diminta untuk tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan dan tidak keluar rumah bila tidak ada urusan penting.
Dengan adanya Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sampai sudah ada yang meninggal di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) membuat Bupati Sehan Landjar sebagai ketua Tim Gugus Kabupaten tidak henti-hentinya mengimbau dan mengajak kepada seluruh warga masyaraka agar tetap mentaatai dan menjalankan dengan serius Protokol Kesehatan yang sudah disampaikan melalui sosialisasi langsung, maupun melalui spanduk, baliho dan media cetak dan online.

Bupati Sehan Landjar mengatakan. Meninggalnya almarhum DJamal Makalalag (61) warga Desa Bulawan Satu menjadi perhatian serius Sehan Landjar, sebagai bupati sekaligus ketua Tim Gugus Tugas percepatan penanggulangan Covid-19 langsung menyampaikan imbauan melalui rilis.
“Almarhum DJamal Makalalag, sudah lama mengidap penyakit dalam, antaranya Asma dan sakit perut. Di tetapkan PDP oleh Rumah Sakit Kandou adalah sebagai protap kepada semua pasien yang berpotensi terpapar virus corona, namun almarhum ini baru masuk tanggak (28/4) di RS Kandou, jadi belum ada hasil swab dari laboratoriun, untuk itu kepada keluarga Saya atas nama Pemerintah, Rakyat BolTim dan atas nama Pribadi dan keluarga menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Almarhum Djamal Mekalalag, semoga di ampuni segala dosanya dan diberi tempat yang baik oleh Allah SWT, dan keluarga ditinggal diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,” ucap Bupati dengan Doa.

Selain itu dirinya juga menghimbau kepada seluruh warga Boltim untuk memberi motivasi kepada keluarga yang berduka, serta hindari stigma negatif berkaitan dengan covid19/corona, ini bukan aib atau hal memalukan namun kita harus lebih waspada atas penyebarannya yang semakin masiv, dengan selalu menjaga kebersihan, cuci tangan dengan sabun, berdiam diri di rumah kurangi aktifitas di luar rumah jika tidak penting, dan selalu gunakan masker jika di luar rumah, serta sering minum air hangat dan menjaga ketahanan tubuh untuk kesehatan kita semua.
“Pada prinsipnya saya harapkan agar rakyat Boltim tingkatkan kedisiplinan, demi kebaikan kita semua,” ajak Sehan S Landjar.
Bupati juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada keluarga, masyarakat dan tim gugus tugas yang telah melaksanakan pemakaman kepada almarhum dengan aman dan lancar.
Tim gugus tugas yang telah melaksanakan pemakaman di pekuburan umum Desa Silon Desa Kotabunan.
Prosesi pemakaman berlangsung Jumat, 01 Mei 2020 sekira pukul 02.14 Wita bertempat di pekuburan Silon Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan Kabupaten Boltim.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Meninggal dunia di Ruang Isolasi Irina F RSUP Prof Dr. R.D Kandouw Manado Sulawesi Utara sekira pukul 19.05 Wita, Diagnosis Penyakit Suspect Pneumonia, Suspect HHD, Anemia dan TB Paru. Almarhum Sebelumnya dirawat di Puskesmas Kotabunan selama 1 (satu) hari, kemudian di rawat di rumah sakit Ratatotok selama dua hari dan pada hari kamis dengan Gejala Penyakit Jantung l Pasien Di Rujuk ke RSUP Prof Dr. R.D Kandouw Manado.
Pelaksanaan pemakaman dipimpin langsung Kapolres Boltim AKBP. IRHAM HALID,SIK dan Kepala Dinas Kesehatan Eko Marsidi bersama Danramil Kotabunan dan Tim Gugus tugas pemakaman SOP Covid-19 Kabupaten Boltim berjumlah 8 ( delapan orang), dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), hadir dalam giat ini juga yaitu Satgas Aman Nusa II Polres Boltim bersama anggota TNI Koramil Kotabunan.
Diketahui. Keluarga almarhum menyetujui pemakaman yang dilakukan secara SOP Covid-19. Pemakaman dan berakhir pada pukul 03.00 Wita dalam keadaan baik dan aman.
(Red)













