BoltimPeristiwa

APRI Boltim Tunjukkan Solidaritas, Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Togid

1179
×

APRI Boltim Tunjukkan Solidaritas, Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Togid

Sebarkan artikel ini
APRI Boltim

BOLTIM, DivaNews.co Musibah banjir bandang yang melanda Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada Selasa (29/4/2025), meninggalkan duka mendalam bagi ratusan warga yang rumahnya terendam dan rusak berat bahkan ada juga yang kehilangan tempat tinggal karena terbawa banjir . Di tengah kondisi darurat ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Boltim hadir memberikan bantuan kemanusiaan sebagai wujud solidaritas.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Ketua DPC APRI Boltim, Alwin Tubagus, bersama jajaran pengurus pada Kamis (1/5/2025) ke posko penanggulangan bencana di Desa Togid. Bantuan yang diserahkan berupa 55 karton air mineral, 20 karton mie instan, serta sejumlah pakaian layak pakai yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak.

“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Togid. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban mereka yang sedang tertimpa musibah,” ujar Alwin Tubagus saat di lokasi penyaluran bantuan.

Baca Juga :  Pleno Terbuka, KPU Boltim Tetapkan Paslon SSM-OPPO Sebagai Bupati Terpilih

Menurut Alwin, langkah ini merupakan bagian dari komitmen APRI untuk tidak hanya fokus pada pengembangan pertambangan rakyat yang legal dan berkelanjutan, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat luas, khususnya dalam situasi darurat.

APRI Boltim

“Kami percaya bahwa organisasi seperti APRI tidak boleh hanya hadir untuk kepentingan internal, tetapi juga harus memberi dampak positif kepada masyarakat luas, apalagi dalam situasi bencana seperti ini,” tambahnya.

Bantuan diserahkan dan diterima langsung oleh Ketua TP-PKK Desa Togid, Cenly Mopio, istri dari Pjs, Sangadi Desa Togid Felli Mokoginta yang juga terlibat aktif dalam upaya penanggulangan bencana di desa tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, Cenly menyampaikan apresiasinya atas kepedulian APRI Boltim yang turun langsung ke lapangan.

“Kami atas nama pemerintah desa dan seluruh warga yang terdampak bencana mengucapkan terima kasih kepada APRI Boltim. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Ini menunjukkan bahwa masih banyak yang peduli terhadap penderitaan warga kami,” ucap Cenly.

Baca Juga :  Dispertanak Pastikan Kabupaten Boltim Bebas Virus ASF

Ia juga mengapresiasi inisiatif APRI Boltim yang datang menyalurkan bantuan. Baginya, itu merupakan tindakan mulia yang mencerminkan kepedulian nyata dari organisasi terhadap masyarakat di saat krisis.

Musibah yang menimpa Desa Togid bukan hanya menyebabkan puluhan rumah terendam banjir, tapi juga merusak infrastruktur rumah warga, termasuk beberapa rumah yang dindingnya jebol dan bahkan hanyut terbawa arus. Banyak warga kini terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, dengan kebutuhan logistik dasar menjadi sangat mendesak.

Dalam konteks ini, kehadiran berbagai pihak untuk memberikan bantuan menjadi krusial. APRI Boltim bukanlah satu-satunya pihak yang menunjukkan empati, namun keterlibatan langsung mereka menambah daftar panjang solidaritas masyarakat terhadap sesama.

APRI Boltim

Tubagus menambahkan bahwa selain menyalurkan bantuan, pihaknya siap untuk berkolaborasi dalam proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana, baik dalam bentuk bantuan logistik lanjutan maupun dukungan teknis yang relevan.

Baca Juga :  Kunjungi Konjen RI Penang Malaysia, Bupati Sam Sachrul Soroti Laporan Penganiayaan Dialami TKI Asal Boltim

“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, relawan, dan organisasi kemanusiaan lainnya. Kami ingin membantu masyarakat pulih dari dampak bencana ini secepat mungkin,” jelasnya.

Aksi sosial ini juga mendapat dukungan dari salah satu kelompok Responsible Mining Community (RMC) yakni Jemi yang tergabung dalam APRI. Menurut Alwin, sinergi ini adalah cerminan dari nilai gotong royong yang terus dijaga, meskipun mereka beraktivitas di dunia pertambangan yang kerap mendapat stigma negatif.

Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor memang kerap melanda wilayah-wilayah rawan di Bolaang Mongondow Timur. Karena itu, inisiatif seperti ini sangat diharapkan dapat terus hadir dan menginspirasi banyak pihak untuk terlibat lebih aktif membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

“Kami ingin membuktikan bahwa penambang rakyat juga bisa hadir untuk masyarakat dalam situasi apapun. Ini bukan hanya soal bantuan, tapi soal kemanusiaan,” tutup Alwin Tubagus.

(bry)