BoltimPeristiwa

Awal Ramadhan, Banjir Rendam Permukiman Warga Matabulu

242
×

Awal Ramadhan, Banjir Rendam Permukiman Warga Matabulu

Sebarkan artikel ini
Banjir Matabulu

BOLTIM, DivaNews.co – Banjir melanda Desa Matabulu, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow pada Jumat (28/3/2025) malam. Air mulai menggenangi pemukiman warga tepat saat mereka bersiap menunaikan ibadah tarawih pertama Ramadhan. Situasi ini membuat banyak warga kesulitan untuk beraktivitas, bahkan sebagian harus tetap berada di dalam rumah untuk menyelamatkan barang-barang mereka.

Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari. Debit air meningkat dengan cepat, menyebabkan genangan di sejumlah titik, termasuk rumah-rumah warga.

Menurut pantauan warga di lokasi, genangan air mencapai dalam warga , sementara di kawasan lebih rendah, air bahkan merendam hingga sulit Warga yang hendak melakukan aktivitas mempersiapkan untuk menyambut bulan suci ramadhan.

Baca Juga :  Bupati Sam Sachrul Buka Bimtek Imam dan Pegawai Syar’i se Boltim, Kesejahteraan Naik Dan Terus Ditingkatkan

Dampak banjir ini tak hanya menghambat ibadah Ramadan, tetapi juga mengancam keselamatan warga. Beberapa keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih tinggi, sementara yang lain tetap bertahan di rumah dengan peralatan seadanya.

Wilayah ini kerap mengalami banjir saat curah hujan tinggi. Sistem drainase yang kurang memadai ditambah kondisi geografis desa yang berada di daerah rendah memperparah dampak hujan deras. Hingga kini, belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah tersebut secara permanen.

Hingga Sabtu pagi (29/3/2025), air masih menggenang di beberapa titik meski mulai surut. Namun, lumpur dan sisa-sisa banjir membuat warga harus bekerja ekstra untuk membersihkan rumah dan lingkungan sekitar. Mereka berharap cuaca segera membaik agar kondisi kembali normal dan aktivitas Ramadhan bisa berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga :  Pimpin Rapat Forkopimda, Bupati SSM Tekankan Masalah Kamtibmas

Bencana ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih sigap dalam menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir. Kesiapan dalam menghadapi cuaca ekstrem sangat diperlukan, terutama di wilayah yang rawan bencana seperti Matabulu.

(bry)