Boltim, Buntut Atraksi Mayoret Marching Band Jabatan Dua Kepsek Diganti

Boltim, Buntut Atraksi Mayoret Marching Band Jabatan Dua Kepsek Diganti
tampak bupati ssm melantik kepsek yang baru.

BOLTIM, DivaNews.co – Bertempat di Ruang Kerja lantai dua kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto, melantik 3 Kepala Sekolah (Kepsek) SMP.

Pelantikan ini merupakan respon cepat dari bupati terkait video viral mayoret peserta Marching band dengan gaya “goyang bento” pada saat melakukan parade.

Bacaan Lainnya

Bupati menyampaikan, hal ini menjadi pembelajaran bagi seluruh guru pendidik yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Baca Juga :   Sekaligus Serahkan Bantuan, Bupati Boltim Dan BKMT Kecamatan Kotabunan Dzikir Bersama di Mesjid An’Nur Bulawan Satu

“Saya berharap guru-guru yang di Boltim lebih mengutamakan lagi etika dan moral ketika melaksanakan proses mengajar, karena disaat pemerintah tengah gencar-gencarnya menggali potensi-potensi budaya dan sejarah Boltim justru kejadian ini yang malah merusak citra budaya daerah dan saya lakukan ini adalah sebuah langkah cepat yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Boltim,” tegas Bupati.

Bupati mengatakan. Sangat menyayangkan kejadian ini. Walaupun kejadian tersebut merupakan hal yang kecil tapi butuh waktu untuk memulihkannya.

“Untuk memulihkan masalah ini butuh waktu yang panjang karena kami harus memohon kepada penguasa IT untuk melakukan takedown menghilangkan video tersebut, dan itu butuh proses. Saya tidak menyalahkan siswanya yang saya salahkan adalah pembina di sekolah tersebut karena dia harus bertanggungjawab, sesuatu yang terjadi pada anak didiknya gurunya yang harus bertanggung jawab, kalu gurunya tidak bertanggung jawab maka kepala dinasnya, kalau kepala dinasnya tidak maka Sekda selaku Panglima ASN yang harus bertanggung jawab,” kata Bupati.

Baca Juga :   47 Sangadi Persembahkan Tarian Khas Mongondow, Dana-Dana Menggema di Sengkol NTB

Warning kepada semua, hal-hal seperti ini jangan terulang kembali.

“Jangan terulang kembali kejadian seperti ini karena ini dapat merusak generasi selanjutnya, saya hanya ingin menyelamatkan moral anak-anak Bolaang Mongondow Timur,” tandasnya.

(redaksi)

Pos terkait