Bupati Tegaskan Rumah RS-RTLH Tak Boleh di Jual

Bupati Boltim Sehan Landjar menyampaikan himbauan pada acara sosialisasi RS-RTLH.

BOLTIM, KabarTotabuan.com –  Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menargetkan pada Tahun 2020 permasalah Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) di Boltim selesai. Demikian di sampaikan Bupati Sehan Landjar, pada acara sosialisasi kepada keluarga penerima manfaat Rehabilitasi Sosial Rumah Tinggal Layak Huni (RS-RTLH) bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Tutuyan. Selasa, (19/11/2019).

“Targetnya tahun depan semua masyarakat sudah mempunyai tempat tinggal,” kata Bupati.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   Gandeng PMI, DPRD Boltim Mengadakan Aksi Donor Darah, Medy Lensun: Ini Misi Kemanusiaan

Penyelasaian program ini memang menjadi fokus Pemda Boltim. Tahun ini sedang digenjot pembangunan 260 unit rumah untuk diselesaikan sebelum tahun anggaran 2019 berakhir. Ratusan unit rumah yang tengah dibangun dengan anggaran Rp. 30 juta/unit itu terasa spesial karena berbentuk bangunan baru bukan hasil pemugaran.

“Tahun ini 260 unit pembangunan rumah baru. Aturannya adalah memperbaiki rumah yang tidak layak, tapi di Boltim masyarakat yang tidak ada tanah pun kita berikan tanah dan bangunkan rumahnya,” tutur Bupati.

“Nanti dimanfaatkan dengan baik. Itu hak milik tapi tidak boleh dijual,” tambahnya.

Agar tepat sasaran, Bupati memerintahkan para Sangadi benar-benar memberikan data akurat calon penerima program RS-RTLH.

Baca Juga :   Narsum, Ini Penyampaian Bupati Boltim Pada Kegiatan Perlindungan Perempuan dan Anak

“Kita push program ini supaya progres penurunan angka kemiskinan kelihatan. Kalau diberikan kepada orang yang tidak layak itu tidak berpengaruh,” imbuhnya.

(Red)

Pos terkait