Deteksi Vaksinasi, Kantor Pemerintahan Boltim Pasang Aplikasi PeduliLindungi  

Deteksi Vaksinasi, Kantor Pemerintahan Boltim Pasang Aplikasi PeduliLindungi  
tampak setiap tamu masuk kantor pemerintahan wajib barcode menggunakan aplikasi pedulilindungi.

DivaNews.co, BOLTIM – Aplikasi Peduli Lindungi dengan system barcode di kantor-kantor pemerintahan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) diberlakukan sebagai pendeteksi apakah sudah divaksin ataupun belum.

Pengecekan ini guna menekan angka bagi uang belum melakukan vaksinasi. Hal ini berdasarkan Surat Edaran Bupati Nomor 10/BMT/23/II/2022 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Desease Variant Omicron Serta Penegasan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi.

Bacaan Lainnya

 “Pemberlakuan pengecekan barcode di aplikasi PeduliLindungi mulai hari ini, setiap orang yang masuk ke kantor Bupati baik melalui lantai 1, maupun lantai 2 harus melakukan scan barcode,” jelas Sonny Warokka, Sekretaris Daerah pada Selasa, (15/3/2022).

Baca Juga :   Nes Ambat, Warga Motongkat Selatan Ini Bertahun-Tahun Gunakan Sumur  Sederhana

Sekda menjelaskan, pemberlakuan pengecekan barcode di aplikasi PeduliLindungi tidak hanya berlaku di kantor Bupati.

“Ini akan kita berlakukan di semua kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), tempat-tempat umum yang berpotensi kerumunan, dan bahkan hingga ke tempat-tempat wisata. Semoga dengan semakin ketatnya protokol kesehatan yang kita terapkan, Boltim akan aman dari Covid-19,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim Sahifudin Gobel menjelaskan, pengoptimalan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan penerapan scan barcode melalui kode QR untuk melakukan pemeriksaan (skrining) terhadap semua pengunjung yang masuk dan melakukan aktivitas di dalam kantor Bupati.

“Kita ingin semuanya terlindungi dari paparan Covid-19. Setelah kode QR dipindai, aplikasi PeduliLindungi akan memperlihatkan warna yang menentukan pengunjung boleh masuk atau tidak,”jelas Gobel.

Baca Juga :   Semarakkan HUT Boltim, Bupati Sachrul Mamonto Keluarkan Instruksi Wajib Menggunakan Pakaian Adat Bolmong

Lanjut dijelaskannya. Aplikasi barcode ada tiga warna yang terkadung dalam aplikasi tersebut, yakni hijau, kuning atau merah.

“Warna hijau menunjukkan bahwa pengunjung sudah vaksin dua kali bahkan sudah booster, tidak dalam status positif Covid-19, dan bukan kontak erat dengan pasien Covid-19. Warna kuning menunjukkan bahwa pengunjung baru mendapat vaksinasi dosis pertama. Sedangkan warna merah menunjukkan bahwa pengunjung belum pernah divaksin. Oleh petugas kesehatan menyarankan untuk dilakukan vaksinasi kalaupun tidak bersedia maka belum dibolehkan untuk masuk selama yang bersangkutan belum vaksin,” terang Sahifudin.

Sembari berharap msayarakat belum vaksin agar segera melakukan vaksinasi untuk kesehatan. Dengan mengunjungi tempat-tempat pelayanan vaksinasi di setiap wilayah Kecamatan maupun desa.

Baca Juga :   Mitigasi Bencana, Tiga Dinas Tandatangani MoU di Hadapan Sekda Boltim

“Tim medis selalu stand by disetiap wilayah Kecamatan dan Desa melaksanakan vaksinasi nah masyarakat belum vaksin kiranya melakukan vaksinasi sebagai penangkal tubuh dari bahaya virus corona,”tandasnya.

(redaksi)

Pos terkait