Ditengah Paniknya Covid-19, Kehadiran Warga Jakarta di Desa Bulawan Satu Kini Resahkan Warga

BOLTIM, KabarTotabuan.com – Diitengah kepanikan mewabahnya Virus Corona atau Covid-19. Warga Desa Bulawan Satu, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kini dibuat resah adanya kehadiran seorang warga atau tamu dari Jakarta inisial F (35).

Meski kabarnya F ini dalam kondisi sehat, namun keberadaannya bikin warga was was terlebih para tetangga yang berdekatan dengan rumah tempat tinggalnya.

Bacaan Lainnya

Salah satu warga, Faisal Ambarak mengatakan keberadaan orang ini membuat mereka tidak nyaman. Pasalnya, yang bersangkutan riwayatnya dari Jakarta dan semua sudah tahu Jakarta saat ini masuk zona merah terbanyak pasien virus corona.

Baca Juga :   Polres Boltim Tetapkan Penambang Simbalang, Tersangka Beserta Babuk Segera Dilimpahkan ke Kejari Kotamobagu

“Walaupun dia F ini dalam keadaan sehat, tapi bisa saja selama dia berada di Jakarta kemungkinan ada kontak fisik dengan warga yang diduga sudah terjangkit virus corona. Begitu juga saat di bandara, pesawat dan mobil, bisa kemungkinan sudah ada kontak fisik. Ini yang membuat kami resah, “ kata Faisal.

Dia pun meminta pemerintah desa serta dinas terkait cepat menangani masalah ini.

“Sebaiknya cepat ditangani,“ tegasnya.

Sekertaris Desa Bulawan Satu, Sandy Husain ketika dikonfirmasi membernarkan bahwa pada Jumat (3/04/2020) di Desa Bulawan Satu ada kedatangan tamu.

“Sesuai dengan KTP warga terebut beralamatkan Jakarta Barat,“ kata Sandy, Sabtu (4/4/2020).

Menurutnya, keberadaan F di Bulawan Satu karena ikut istri.

Baca Juga :   Rapat Dengar Pendapat, Tiga Perusahan Pertambangan Emas di Boltim Disasar Pertanyaaan Dari Wakil Rakyat Boltim

“Istrinya warga sini, jadi kemungkinan dia datang kemari karena istrinya, “ terang Sandy.

Terkait dengan kehadiarannya disini, Sandy mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Kotabunan untuk pemeriksaaan kesehatannya.

“Kami sudah menyarankan kepada yang bersangkutan untuk tidak keluar rumah selama masa karantina 14 hari,”terangnya.

Sementara Kepala Puskesmas Kotabunan, Novita Hala mengatakan hari ini akan melakukan tes kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Bulawan Satu

“Untuk menganatisipasi ODP tidak keluar rumah, kami berpesan kepada pemerintah desa agar memonitoring ODP supaya tidak keluar rumah sebelum tim medis turun melakukan pemeriksaan,“ kata Novita.

Sembari menjelaskan. Ketika dilakukan pemeriksaan dan hasilnya positif akan tetap pasien tidak boleh keluar rumah selama 14 hari, pasien masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Baca Juga :   Pansel JPT Pratama Umumkan Hasil Seleksi Administrator

(Red)

Pos terkait