BOLTIM, DivaNews.co – Desa Paret Timur menjadi saksi semaraknya perhelatan budaya dalam Festival Rumah Berkabut yang digelar pada 30 Desember 2024. Festival ini diinisiasi oleh Komunitas Rumah Berkabut dan dipimpin oleh Novlin Anastasia Lakumani. Dengan mengusung tema “KINTANG”, acara ini menjadi simbol harapan bagi lahirnya generasi penerus yang berbakat dan mencintai budaya lokal. KINTANG, dalam konteks festival ini, menggambarkan bintang sebagai simbol terang dan harapan untuk masa depan budaya Bolaang Mongondow Timur.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan kehadiran ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara. Berbagai kegiatan tradisional dan modern turut memeriahkan festival, mulai dari tarian adat, musik tradisional, hingga pameran seni budaya khas daerah. Festival ini bukan hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga menjadi ajang edukasi tentang pentingnya pelestarian budaya leluhur.
“Senang sekali bisa ikut merayakan Festival Rumah Berkabut,” ujar Sofyan Latjui, sembari menambhakan. “Acara seperti ini sangat penting untuk menjaga kelestarian budaya kita.” ucapnya.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Keberhasilan Festival Rumah Berkabut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Pemerintah Desa Paret Induk dan Paret Timur, tokoh agama, tokoh budaya, masyarakat setempat, hingga para donatur memberikan kontribusi nyata untuk menyukseskan acara ini. Kerja sama yang solid ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Bolaang Mongondow Timur.
Dalam sambutannya, Novlin Anastasia Lakumani menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi.

“Festival ini adalah wujud dari kebersamaan kita. Dengan saling mendukung, kita bisa menjaga dan melestarikan budaya leluhur yang menjadi identitas kita bersama,” ujarnya.
Menumbuhkan Generasi Cinta Budaya
Salah satu tujuan utama dari Festival Rumah Berkabut adalah menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. Tema KINTANG yang diangkat menjadi refleksi harapan agar generasi penerus dapat menjadi bintang-bintang yang menerangi masa depan budaya Bolaang Mongondow Timur.
Berbagai kegiatan dalam festival dirancang untuk melibatkan anak-anak dan remaja, seperti lomba cerita rakyat, workshop kerajinan tangan tradisional, dan pentas seni. Dengan cara ini, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal, tetapi juga mencintai dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Inspirasi bagi Pelestarian Budaya
Festival Rumah Berkabut berhasil membangkitkan semangat pelestarian budaya di kalangan masyarakat. Keberhasilan acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menggelar kegiatan serupa. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, festival budaya seperti ini dapat menjadi sarana efektif untuk menjaga identitas budaya sekaligus mempererat kebersamaan.
“Kita berharap Festival Rumah Berkabut dapat terus digelar setiap tahun dan menjadi tradisi yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” kata salah satu tokoh budaya yang hadir.
Semangat yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Paret Timur menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama yang baik, budaya leluhur dapat terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.
(Rio)













