BOLTIM, DivaNews.co – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pekan kemarin menyebabkan tanah longsor di beberapa titik, mengakibatkan akses jalan terputus. Longsor terjadi di jalan Modayag-Molobog, Molobog-Onggunoi, dan Matabulu-Jikobelanga.
Kondisi lebih parah terjadi di ruas jalan menuju Desa Jiko belanga, Kecamatan Nuangan, yang terblokir oleh dua titik longsoran tanah. Salah satu titik bahkan mengakibatkan amblasnya badan jalan, sehingga tidak bisa dilalui baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
Asisten II Pemerintah Daerah Boltim yang juga Kepala Dinas PUPR Harris Pratama Sumanta, ST.,MT, melalui rilisnya kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemda Boltim, Moh. Rezhah Mamonto, S.Kom, menyampaikan hal ini kepada sejumlah media di Boltim akhir pekan kemarin.
Dalam rilis tersebut, Rezha menjelaskan, dua titik longsor di jalan Matabulu-Jikobelanga menjadi kewenangan Pemda Boltim. Saat ini, Dinas PUPR Boltim sedang mengkaji situasi untuk menetapkan status tanggap darurat. Harris menyatakan bahwa penanganan awal akan dilakukan dengan pembuatan trase sepanjang sekitar 50 meter, namun hal ini memerlukan kerjasama dari masyarakat pemilik lahan.
“Mudah-mudahan akan segera teratasi,” ujar Harris, dikutip oleh Kepala Dinas Kominfo
Selain itu, satu titik longsor di jalan Modayag-Molobog tepatnya di Desa Badaro telah dilaporkan ke Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
“Sebagai penanggungjawab atas jalan Provinsi Modayag-Molobog,” ujarnya.
Sementara itu, longsor yang menimpa badan jalan Molobog-Onggunoi juga telah dikoordinasikan dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut.
“Balai jalan sudah tindaklanjuti dengan dlakukan pembersihan,” bebernya.
Beruntung, kejadian tanah longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa
Terkait kejadian ini. Kepala Dinas PU Provinsi Sulawesi Utara Deitce Paat dihubungi melalui telpon seluler namun nomor telpon tersebut tidak tersambung.
(Bry/*)













