BoltimDaerahPemerintahan

Isak Tangis Pecah, Sehan-Rusdi Pamit

119
×

Isak Tangis Pecah, Sehan-Rusdi Pamit

Sebarkan artikel ini
Isak Tangis Pecah, Sehan-Rusdi Pamit

BOLTIM, DivaNews.co –Mengakhiri masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar,SH dan Drs. Rusdi Gumalangit gelar acara perpisahan bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) bertempat di lantai tiga inde dou kantor Bupati pada Selasa, (16/02/2021).

Patut diakui, bahwa kedua adalah politis berhasil membahwa kemajuan pembangunan di Kabupaten Boltim. Apalagi, Sehan terpilih sebagai Bupati dua periode dari masa jabatan 2010 – 2015, kala itu berpasangan dengan Wakil Bupati Medy Lensun,ST. Selanjutnya, Sehan berpasangan dengan Rusdi terplih memimpin Kabupaten Boltim Periode 2016-2021. Kepiawan sang Motivator julukan Bupati harus diacungi jempol.  Baik dalam menjalankan roda pemerintahan, menggerakan pembangun infrastruktur, meningkatkan eknomi masyarakat, pendidikan maupun kesehatan secara menyeluruh di Kabupaten Boltim.

Patut di apresiasi, sepuluh tahun Boltim dinahkodai Bupati pertama pilihan rakyat ini, akselerasi pembangunan diberbagai sektor maju pesat, terbukti dirasakan masyarakat. Bukan hanya itu saja, sebagai kepala pemerintahan, Sehan juga sukses menghantar Boltim dengan segudang prestasi dan penghargaan. Salah satunya adalah hasil audit rutin oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 7 kali berturut-turut.

Sejak acara perpisahan dan pelepasan dimulai diwarnai isak tangis haru ASN maupun pejabat saat menyimak kesan dan pesan Sehan-Rusdi. “Terima kasih banyak Pak Bupati,” ucap setiap ASN ketika memberikan salam perpisahan.

Baca Juga :  Musrembangda RKPD 2024, Bupati Boltim Tegaskan Gunakan P2T

Dalam acara yang penuh hikmat dan rasa haru tersebut, Sekretaris Daerah Ir. Sonny Warokka, Ph.D mewakili ASN, menyampaikan kesan kesan. Bahwa sulit diungkapkan dengan kata-kata karena selama 10 tahun bersama begitu banyak hal yang menarik, sebagai pengalaman yang bermanfaat bagi kami dalam melaksanakan tugas.

“Pak Sehan tidak pernah berhenti bagaimana membangun Bolaang Mongondow Timur, bahkan bagaimana membangun Indonesia dan selalu keluar ide ide brilian yang sudah kelas nasional sehingga membuka wawasan kami selaku pembantu bupati dan wakil bupati dalam melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan untuk pelayanan publik.

“Pak Sehan luar biasa, punya ketajaman dalam menganalisis persoalan, meramu bahkan mengambil kebijakan dalam pelaksanaan. Sering kami kewalahan mengikuti kecepatan irama pak sehan baik berpikir maupun pelaksanaan dilapangan, dan intinya harus dilaksanakan. Terima kasih pak telah memberikan semangat dan motivasi bagi kami ASN, sehingga saya dab teman teman bekerja penuh semangat sesuai kemampuan yang kami miliki untuk membangun Boltim yang kita sama cintai,”kata Sonny Warokka.

Mewakili tokoh masyarat, Nus Mokoginta, menyampaikan kesan bahwa Sehan Landjar adalah sosok pemimpin yang sederhana dan selalu memperhatikan rakyat kecil.

“Selalu memperhatikan yang kurang mampu, ringan tangan untuk memberi, itu sudah jadi kebiasan Eyang  sejak dulu,”katanya.

Baca Juga :  Polres Boltim Salurkan Bansos Dari Sekretariat Presiden RI Untuk Warga Terdampak Covid-19

“Bahwa kata perpisahan atau pelepasan hanya berlaku secara protokoler bagi ASN dan struktur pejabat Pemda, tetapi tidak bagi masyarakat Bolaang Mongondow Timur yang telah menyatu secara emosional,” imbuh toko masyarakat ini.

Selain itu Wakil Bupati Drs. Rusdi Gumalangit, menyampaikan secara khusus. Dirinya mengucapan terimakasih karena pada periode pertama kepemimpinan bapak Sehan Landjar, sebagai ASN  telah berikan kepercayaan jabatan dari Camat menjadi Kabag Tapem, kemudian di tunjuk sebagai kepala BPMPD pada waktu itu.

“Selanjutnya pada pemilihan periode kedua saya di beri kepercayaan mendampingi beliau sebagai wakil bupati. Untuk itu saya menyampaikan ucapan terimakasih karena tanpa seorang Sehan Landjar, saya bukan apa-apa. Saya bersyukur jabatan adalah nikmat Allah kepada saya melalui pak Sehan, saya dan keluarga menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar besarnya dan beliau adalah guru saya dalam hal pemerintahan dan politik,” imbuh Rusdi Gumalangit.

Selain itu Bupati Sehan Landjar, menjelaskan. Selama 10 tahun memimpin Boltim mulai dari periode pertama sampai periode kedua begitu banyak tantangan bagi seorang bupati dalam menjalankan roda pemerintahan, kalau di ceritakan membutuhkan waktu. Tetapi prinsipnya semua kita dapat lalui dan selesaikan walaupun belum sempurna.

“Ada satu yang belum dapat tetwujud di masa kepemimpinan kami adalah TPA yang masih terkendala dengan lahan, dalam menentukan dan memperoleh lahan harus sesuai dengann RTRW, mudah mudahan tahun ini akan terealisasi.”harap Bupati.

Baca Juga :  Berkomitmen Tinggi Pada Layanan Kesehatan, Pemerintah Boltim Torehkan Prestasi Dalam Program JKN

Menurutnya. Selama sepuluh tahun memimpin tentu banyak kelemahan dan kekurangannya, lewat kesempatan ini dirinya menyampaikan permintaan maaf kepada Meidy Lensun dan Rusdi Gumalangit selama mendampinginya sebagai wakil Bupati mulai periode pertama hingga periode kedua. Diakuinya, sebagai manusia biasa tidak ada yang sempurna.

“Sekali lagi saya minta maaf kepada semua pihak, kepada legislatif, forkompimda, Sekda dan jajaran serta seluruh ASN, masyarakat juga kepada wartawan. Terimakasi atas kerjasama dan sinergitas selama ini. Tetap semangat dalam mengemban dan melaksanakan tugas-tugas kedepan,”ucap Sehan Landjar.

Sembari menyampaikan. Semoga pandemi covid-19 di daerah kita makin menurun kasus dan segera berakhir, karena sangat berdampak terhadap ekonomi masyatakat,”tutup Bupati dua periode ini.

Akhir acara, Bupati dan Wakil Bupati dilepas secara adat dilantai dua kantor bupati. Turut hadir, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Boltim, Kapolres Boltim, Dandim 1303, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kantor Kementrian Agama, Sekretaris Daerah bersama OPD, serta ASN di jajaran Pemerintah Daerah Boltim dan Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat.

Hingga acara perpisahan ini selesai dengan menerapkan protokol kesehatan penangan covid-19

(Red)