BOLTIM, DivaNews.co – Polemik mengenai isu Makan Minum (Mami) Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali mencuat ke permukaan. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa anggaran Mami Bupati Boltim masih dialokasikan, sementara Mami untuk Wakil Bupati Boltim tidak dianggarkan untuk tahun 2024. Kabar ini dinilai sebagai provokasi yang tidak didukung informasi akurat, terutama karena pihak yang menyebarkan kabar tersebut dinilai kurang berkontribusi dalam pembangunan daerah dan tidak menjalin komunikasi baik dengan Pemda Boltim.
Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim, Ir. Sonny J. Warokka, Ph.D., langsung memberikan klarifikasi terkait isu ini. Menurutnya, permasalahan tersebut berkaitan dengan kenaikan harga bahan pokok di tahun 2024 yang mempengaruhi anggaran.
“Mami Bupati dan Wakil Bupati selalu dianggarkan setiap tahun. Namun, dengan kenaikan harga bahan yang signifikan pada 2024, alokasi anggaran yang ada hanya bisa mencakup sampai bulan Mei. Karena itu, pembayaran untuk Mami Bupati dan Wakil Bupati Boltim berhenti di bulan tersebut,” jelas Warokka, Rabu (25/09/24).
Meski demikian, lanjutnya, Pemda Boltim telah mengajukan kembali anggaran Mami untuk kedua pimpinan daerah ini dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2024. Saat ini, proposal tersebut sedang dalam tahap evaluasi di Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
“Anggaran Mami Bupati dan Wakil Bupati telah diajukan di APBD-P 2024 dan sedang dalam evaluasi. Jika tidak ada halangan, pencairan dana tersebut akan dilakukan paling lambat dua minggu setelah evaluasi selesai. Jadi, masyarakat harap bersabar,” tambah Warokka.
Sekda Boltim juga menegaskan bahwa kedua pimpinan daerah, baik Bupati maupun Wakil Bupati, mendapat alokasi Mami yang sama hingga Mei 2024.
“Jadi, isu yang beredar tentang perbedaan alokasi ini tidak benar. Baik Bupati maupun Wakil Bupati, keduanya mendapat alokasi yang sama sampai bulan Mei,” pungkasnya.
Sekda juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang berkembang dan berharap komunikasi yang baik tetap terjalin antara pihak pemerintah dan masyarakat.
(Bry)













