Jelang Tahap Dua Penyaluran BLT, Bupati Boltim Gandeng Warung Sembako

Jelang Tahap Dua Penyaluran BLT, Bupati Boltim Gandeng Warung Sembako
Bupati Boltim Sehan Landjar saat memimpin rapat evaluasi kinerja pemerintahan desa.

BOLTIM, KabarTotabuan.com – Masuk tahap dua penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) akan berbeda dibanding sebelumnya. Dipastikan, mekanisme penyalurannya tidak lagi diberikan secara langsung tunai kepada penerima.

“Proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai tidak lagi disalurkan langsung seperti arahan pemerintah pusat, macam yang lalu. Kita akan rubah mekanismenya dan ini sudah kita kaji dan usulkan ke pemerintah pusat,” kata Bupati.

Menariknya, lanjut Bupati. Tahap dua penyaluran BST nantinya bertujuan menggerakan ekonomi mikro di pedesaan yang tersebar pada tujuh kecamatan di Boltim.

“Memang kita fokus pada pembangunan ekonomi desa tahap dua penyaluran BLT yang bersumber dari dana desa,” Rabu (03/06/2020) .

Sehingga itu, pada tahap dua mendatang warung sembako akan dilibatkan sebagai agen penyaluran BLT Desa.

“Langkah ini bentuk penguatan ekonomi di level desa. Berbagai kebutuhan pokok warga bisa mereka ambil di warung-warung yang nantinya ditunjuk pemerintah daerah atau pemerintah desa. Jadi nominal barang yang mereka ambil di warung sama dengan jumlah uang BLT,” ujar Eyang.

Pelibatan warung sebagai agen penyaluran BLT Desa ini cukup beralasan, pasalnya, Eyang menilai, berbekal pengalaman sebelumnya, penyaluran BLT Desa sebesar Rp600 ribu tidak tepat sasaran.

“Saya dapati uang Rp600 ribu itu hanya dipergunakan untuk beli pulsa, baju atau kebutuhan sekunder warga. Jadi jangan heran pemanfaatan BLT ini tak lagi tepat, apalagi situasi penyalurannya berpapasan hari raya. Makanya, tahap dua ini kita rubah sistemnya,” sebutnya.

Dengan begitu, kata Eyang, kebutuhan sembako masyarakat desa ditengah pandemi Covid-19 dapat terpenuhi lewat mekanisme baru yang akan diterapkan mendatang. Ia mengaku, akan melibatkan berbagai elemen dalam penyaluran BLT Desa.

“Prosesnya harus menyentuh kebutuhan pangan masyarakat desa. Sistemnya akan kita awasi Bersama supaya pemanfaatan BLT ini betul-betul tepat sasaran. Seluruh elemen wajib mengawasinya,” pungkas Eyang.

(Red)

Baca Juga :   Ajak Masyarakat “Ayo Kita Vaksin”, Ini Penjelasan Camat Tutuyan

Pos terkait