Oleh: Matt Rey Kartorejo
TUTUYAN, TotabuanExpress.co.id –Semangat yang tak pernah padam dimiliki Yohanis Laritembun (71). Pria asal Desa Tombolikat Induk Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ini, tak pernah minder menjadi tukang sol sepatu. Ia terus berusaha keras demi menyekolahkan tiga buah hatinya.
Pria yang diketahui berasal dari Maluku Tenggara ini saban hari mengelilingi perkampungan warga dengan berjalan kaki memikul dua kotak segi empag terbuat dari kayu papan ukuran kecil berisi lem pelekat, benang, jarum sebagai alat jahit sepatu dan sendal.
Pekerjaan sebagai tukang sol sepatu sudah dia geluti mulai dari tahun 1982 di Manado Sulawesi Utara (Sulut). Pernah dia mencoba usaha lain tapi usahanya kandas ahirnya ia dan isterinya memilih pinda ke Kabupaten Boltim pada tahun 1985.
“Saya pernah bisnis cakar bongkar (cabo), tapi tidak berhasil karena uang lebih dulu keluar sementara pendapatan kurang. Ahirnya saya kembali kerja sebagai tukang sol sepatu dan sampai sekarang hasil dari pekerjaan saya ini, saya bisa menyekolahkan anak saya sampai di perguruan tinggi,” kata Yohanis, Senin (21/10/2019).

Uang yang ia dapatkan hasil dari sol sepatu, sebagian ia tabung di salah satu bank untuk biaya pendidikan anaknya.
“Pendapatan saya perhari sampai Rp150.000 itu kalau keluar pagi. Tapi kalau saya lagi cape, hanya seadanya. Uang yang saya dapat, sebagian saya berikan ke isteri dan sebagiannya lagi saya tabung di salah satu bank untuk biaya pendidikan anak saya,” tuturnya.
“Sekarang dua anak saya sudah sarjanah dan yang satu lagi sudah kerja. Itu berkat kerja keras saya dengan mengandalkan pekerjaan sebagai tukang sol sepatu,” sambungnya.
Meski sudah tua, api semangat Yohanis menapaki setiap jalan di wilayah Boltim, tak pernah padam. Dengan memikul peralatan yang dicintainya, pahit dan manis pengalaman yang di kecapnya sudah tak terhitung lagi saat melakoni profesinya itu.
Pria berdarah Ambon ini melakukan aktifitasnya sebagai tukang sol sepatu, mulai dari Boltim sampai ke daerah Minahasa tenggara.
“Pekerjaan sebagai tukang sol sepatu sudah menjiwai bagi saya dan tidak akan saya tinggalkan karena dengan pekerjaan ini sudah membuktikan saya bisa menjadikan anak-anakku sukses,” tutur Yohanis.
Kisah Yohanis ini patut dijadikan inspirasi sebab tidak ada kesuksesan yang didapat dengan instan. Satu-satunya orang yang bisa memberi kita kesuksesan adalah diri kita sendiri. Jangan pernah berhenti berjuang, sampai yang baik menjadi lebih baik dan yang lebih baik menjadi terbaik.












