BoltimReligi

Kolaborasi dan Inovasi, Langkah Baru PCNU Boltim di Bawah Kepemimpinan Hendra Damopolii

884
×

Kolaborasi dan Inovasi, Langkah Baru PCNU Boltim di Bawah Kepemimpinan Hendra Damopolii

Sebarkan artikel ini
Hendra Damopolii

BOLTIM, DivaNews.coHendra Damopolii telah resmi ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui rapat pleno yang digelar pada Jumat, (7/2/20250, di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kotabunan. Rapat ini diselenggarakan untuk mengisi kekosongan jabatan Ketua Tanfidziyah setelah Hi. Syarkawi Modeong meninggal dunia.

Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama, khususnya BAB XV tentang pengisian jabatan antar waktu pada Pasal 49 nomor 1, serta Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama Nomor 13 Tahun 2022 BAB II tentang pergantian pengurus antar waktu Pasal 3 huruf a, yang menyatakan bahwa penggantian dilakukan karena meninggal dunia, maka Hendra Damopolii, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Boltim, ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU untuk masa khidmat 2021-2026.

Dalam sambutannya, Hendra Damopolii menyoroti perjalanan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Ia mengakui bahwa secara kultural, NU memiliki eksistensi yang kuat di daerah tersebut, terlihat dari tradisi-tradisi yang berkembang di masyarakat. Namun, secara kelembagaan, NU belum menunjukkan peran yang maksimal.

Baca Juga :  Bupati Sachrul Mamonto Apresiasi DPR Boltim Pada Paripurna PROPEMPERDA

“Secara organisasi, eksistensi kita memang belum nampak. Ini bisa dipahami karena bicara NU ada dua hal: pembangunan tradisi-tradisi kultural yang berlangsung secara alamiah, dan NU secara kelembagaan yang mampu membangkitkan peran strukturalnya dalam membangun peradaban di Bolaang Mongondow Timur,” ujar Hendra.

Hendra Damopolii menegaskan komitmennya untuk membangkitkan kembali eksistensi PCNU. Ia menekankan bahwa peran PCNU tidak hanya terbatas pada dakwah dan penghidupan tradisi, tetapi juga harus mengambil peran strategis dalam bidang sosial.

“Kita harus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk berkontribusi dalam membangun umat yang sejahtera. Masih banyak masyarakat kita di bawah garis kemiskinan, kesejahteraannya belum terpenuhi, lapangan kerjanya belum tersedia. Kenapa NU tidak memikul tanggung jawab itu untuk bersinergi menyelesaikan problem-problem sosial di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur?” tambahnya.

Baca Juga :  Covid 19 Sangat Mengkhawatirkan, Bupati Boltim Kembali Tegaskan ASN dan Honda Tak Lakukan Perjalanan Luar Daerah Lewat Surat Edaran

Untuk mewujudkan hal tersebut, Hendra berencana melakukan restrukturisasi kepengurusan dan merekrut anggota yang berkomitmen serta konsisten dalam membangun organisasi.

Menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal beberapa pekan lagi, ia juga mengusulkan berbagai kegiatan untuk mengisi bulan tersebut.

“Apakah dengan safari Ramadan keliling atau berkolaborasi dengan sahabat-sahabat Anshor untuk menggagas kegiatan seperti Ramadan Fest yang diisi dengan lomba bernuansa keagamaan. Buka puasa bersama kita isi dengan ceramah, dan setelah sholat Isya dan Tarawih kita adakan kajian-kajian Islam sambil membangun tradisi pemuda yang adaptif,” jelas Hendra.

Hendra juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, terutama dengan pemerintah.

“NU ini bukan inklusif, hanya bersahabat dengan orang-orang NU, tapi harus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat yang ada, terutama dengan pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga :  Lantik Hamria Mamonto, Pesan Bupati Boltim Kepada Pjs Sangadi Bongkudai

Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Bagi saya, ini bukan sesuatu yang mudah untuk menjalankan amanah ini, tapi sebagai kader, saya harus siap menerima dan mengemban amanah ini demi kebesaran organisasi Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang kita cintai,” tutup Hendra.

Rapat pleno tersebut dipimpin oleh Kusdi Ismail sebagai Ketua atau Rais dan Djefri Koe, S.Ag sebagai Sekretaris atau Katib. Acara dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU yang baru, Hendra Damopolii, Sekretaris PCNU Nailul Imam Wibowo, Ketua GP Anshor terpilih Saiful Amri, pengurus Banser, pengurus Muslimat NU, pengurus Fatayat NU, serta pengurus lainnya di PCNU.

(man)