Demi Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Ditengah Masyarakat Maka Tidak Ada Toleransi Bagi Pelanggar Yang Menggunakan Knalpot Racing
BOLTIM, DivaNews.co – Lagi-lagi, tim patroli malam Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berhasil menjaring sejumlah kendaraan menggunakan knalpot racing.
Ketua Tim (Katim) Patroli Presisi Polres Boltim Bripka, Dedy Andreas. Menjelaskan, anggota yang di pimpinnya melakukan penyisiran dibeberapa tempat kecamatan Kotabunan, mulai dari wilayah Paret bersatu, Bulawan dan Kotabunan bersatu dan Buyat bersatu.
“Tim gabungan patroli polres bersama Polsek Urban Kotabunan bersama-sama melakukan penyisiran di beberapa kawasan wilayah kecamatan kotabunan,” kata Dedi Andreas.
Giat patroli malam sebagai langkah penertiban sepeda motor menggunakan knalpot yang kurang layak digunakan dalam kampung sebab sangat mengganggu kenyamanan serta ketentraman masyarakat.

“Alhasil, patroli malam tersebut berhasil mengamankan para pelanggar dan barang bukti sebanyak 15 unit knalpot racing dari berbagai jenis kendaraan,” jelas Bripka Dedi.
Barang bukti (Babuk) yang di amankan, kata Dedi Andreas, langsung dilakukan tindakan dengan cara dibenturkan ke benda keras hingga tak layak pakai.
Selain itu Andreas menjelaskan pula, Patroli malam ini juga berhasil mengamankan se kelompok orang sedang pesta miras di tempat wisata mangrove Desa Kotabunan Selatan.
“8 orang berhasil kami amankan ke Mapolres sedang melakukan pesta miras di kawasan tempat wisata mangrove kotabunan selatan,” beber Kepala Tim berpangkat Bripka ini.
Sembari menegaskan. Guna memberikan rasa aman di tengah-tengah masyarakat Patroli Presisi akan terus bergerak setiap malam dan pihaknya tidak main-main dalam menindak pelanggar.

“Karena sudah banyak keluhan dari masyarakat dalam hal penggunaan sepeda motor berknalpot racing, mabuk-mabukan hingga menimbulkan keresahan warga masyarakat. sehingga, Patrol Presisi melakukan mobile razia malam upaya menindak lanjuti pengaduan masyarakat,” ujarnya.
“Kami menghimbau kepada pemilik kendaraan untuk tidak menggunakan knalpot racing di dalam kampung, kalau mencoba-coba dan kedapatan maka tidak ada toleransi bagi pelanggar,” tandasnya.
(redaksi)













