BOLTIM, DivaNews.co – Ketika bencana alam menutup akses utama antar desa, kepedulian dan inisiatif individu menjadi kunci pemulihan awal. Hal inilah yang ditunjukkan Louis Fahli Samola, seorang pemuda asal Desa Tobongon, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Tanpa diminta, ia mengemudikan sendiri satu unit alat berat ekskavator menuju lokasi longsor untuk membantu membuka kembali jalan yang tertutup material.
Aksi ini dilakukan Fahli secara spontan setelah mendapatkan kabar dari warga bahwa jalur utama di Desa Bai’, Kecamatan Nuangan, tertutup longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut beberapa hari sebelumnya. Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah desa di kawasan itu.
Tanpa menunggu komando, Louis langsung menghubungi operator ekskavator dan mengoordinasikan pergerakan alat berat dari lokasi terdekat. Dalam kondisi darurat, ia pun memutuskan untuk mengendarai sendiri ekskavator tersebut menuju titik longsor.
“Begitu saya dengar kabar jalur terputus karena longsor, saya langsung berinisiatif untuk bantu. Saya tahu warga di sana sangat membutuhkan akses jalan, apalagi untuk keperluan darurat,” ujar Louis kepada wartawan media ini. Jum’at, (16/5/2025).
Warga setempat menyambut aksi tersebut dengan antusias. Banyak di antara mereka yang merasa lega karena bantuan datang dengan cepat.
“Louis datang seperti malaikat. Kami semua tidak menyangka ada orang yang begitu cepat dan peduli tanpa diminta,” ungkap warga.
Proses pembersihan berlangsung selama beberapa jam. Dengan ketekunan dan ketepatan manuver, Louis berhasil membuka sebagian besar jalur yang tertutup, sehingga kendaraan roda dua dan roda empat dapat kembali melintas.
Mereka (warga, red) dalam keterangannya, menyampaikan apresiasi terhadap tindakan Louis. mereka menyebut aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas sosial yang patut dicontoh, khususnya di tengah keterbatasan sumber daya saat bencana melanda.
“Kami sangat mengapresiasi tindakan saudara Louis Fahli Samola, ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian masih hidup di tengah masyarakat kita,” terang mereka.
Aksi Louis menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat sipil dalam merespons bencana sangatlah penting. Di tengah ketidakpastian dan keterbatasan logistik, kehadiran individu dengan keberanian dan kepedulian seperti Louis mampu memberikan harapan nyata bagi masyarakat terdampak.
(bry)













