Masyarakat Lingkar Tambang Kotabunan dan Bulawan Bersatu Tolak Harga Tanah 20 Ribu

Masyarakat Lingkar Tambang Kotabunan dan Bulawan Bersatu Tolak Harga Tanah 20 Ribu

KOTABUNAN, DivaNews.co –  Pembebasan tanah untuk perluasan pertambangan emas PT. Arafura Surya Alam (ASA) di wilayah Desa Kotabunan dan Desa Bulawan bersatu, Kecamatan Kotabunan,  Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengundang reaksi masyarakat sebagai pemilik.

Pasalnya. Mereka keberatan karena harga yang di berikan sangat-sangat rendah. Bahkan mereka berpendapat perusahan besar bergerak di bidang pertambangan emas perlu mengkaji kembali harga dengan hak atas tanah sebagai sumber penghidupan kami sejak lahir hingga sekarang.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   Rancangan Akhir RPJMD Tahun 2021-2026 Pemkab Boltim Rampung

“Harga yang diberikan oleh PT. ASA sangat kecil, yakni Rp 20.000 persatu meter,”kata masyarakat merupakan pemilik lahan saat menghadiri pertemuan bersama Pemerhati MALINGTANG (Masyarakat Lingkar Tambang). Selasa, (02/03/2021).

Parahnya lagi. Masyarakat mengatakan, penawaran harga tanah tersebut sudah termasuk tanam tumbuh.

“Untuk harga tanah saja kami menolak, apalagi angka yang disebut pihak PT. ASA sudah termasuk membayar tanaman yang kami tanam dilahan. Harga Itu sangat murah,” tegasnya.

Masyarakat menyuarakan, perusahan harus menyetujui yang telah kami tetapkan bersama pemilik lahan lain nya terkait harga, jika tidak disetujui maka sebagian besar kami yang ada di lingkar tambang telah bersatu tidak akan menyerahkan lahan tersebut. Tanah kami adalah bagian dari harga diri kami.

“Kami tidak ingin tanah milik kami dibayar dengan harga Rp 20.000. Angka kami adalah Rp 1 juta permeter. Karena tanah ini mengandung emas yang tidak sedikit, kemudian ketika dijual kepihak perusahan tidak akan kembali ketangan kami lagi. Maka dari itu PT. ASA dapat menyetujui harga yang sudah kami sepakati,” tegas masyarakat lingkar tambang.

Mereka menambahkan. Meskipun di ketahui saat ini pihak perusahan sudah melakukan pembayaran kepada beberapa pemilik tanah dengan harga Rp 20.000 namun jumlah itu baru sebagian kecil. Tapi, kami dengan jumlah yang sangat banyak tidak akan melepas hak milik kami sebelum pihak perusahan melakukan evaluasi harga.

“PT. ASA harus menyadari bahwa tanah ini ada tanaman yang kami tanam dengan susah payah,” pungkasnya.

(Red) 

Pos terkait