Pasien PDP Boltim Meninggal, Istri dan Anak Hanya Bisa Pasrah

Pasien PDP Boltim Meninggal, Istri dan Anak Hanya Bisa Pasrah
Nampak istri dan anak bersama keluarga almarhum diantar oleh tim gugus tugas pihak RSUP Prof Kandou dengan menggunakan mobil bus kesehatan.

BOLTIM, KabarTotabuan.com – Sedih bercampur penyesalan disituasi hari yang sulit seperti sekarang ini Istri dan anak juga keluarga hanya bisa pasrah karena tidak bisa memeluk orang yang mereka sayangi bahkan tak bisa menyaksikan langsung proses pemakaman setelah DM (61) meninggal dunia dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

DM sebelum jatuh sakit adalah kesehariannya sebagai petani ini meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUP Prof Kandou Manado Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis, (30/04/2020) sekira pukul 19:05 Wita.

Bacaan Lainnya
Pasien PDP Boltim Meninggal, Istri dan Anak Hanya Bisa Pasrah
nampak Kepala Dinas Kesehatan Boltim bersama gugus tugas khusus tim pemakaman.

Dengan situasi darurat kesehatan akibat pandemi Virus Corona sekarang ini jenazah almarhum di urus dengan protokol pemakaman pasien Covid-19.

Baca Juga :   Setelah di Desa Cibodas Rombongan Studi Tiru Kunjungi Desa Digital Cibiru, Bandung

Setiba dikampung halamannya sekira pukul 02:14 Wita tepat hari Jum’at Almarhum langsung dimakamkan oleh tim gugus tugas beranggota 8 orang yang dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD).

Almarhum sebelum dirawat di RSUP Prof Kandou, sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Kotabunan kemudian di rujuk ke RSUP Ratatotok-Buyat selama dua hari.

Proses pemakaman dipimpin langsung oleh Kapolres Boltim AKBP. IRHAM HALID,SIK, Kepala Dinas Kesehatan Eko Masrsidi, Danramil Kotabunan, tim gugus tugas dilengkapi APD. Serta dijaga ketat oleh Satgas Aman Nusa II Polres Boltim dan Anggota Koramil Kotabunan.

(Red)

Pos terkait