BoltimKesehatanPeristiwa

Patut Diapresiasi, Dokter di PKM Kotabunan Nursina Diyah Puspita Selamatkan Pasien Anak dengan Aksi Heroik

5335
×

Patut Diapresiasi, Dokter di PKM Kotabunan Nursina Diyah Puspita Selamatkan Pasien Anak dengan Aksi Heroik

Sebarkan artikel ini
Patut Diapresiasi, Dokter di PKM Kotabunan Nursina Diyah Puspita Selamatkan Pasien Anak dengan Aksi Heroik
dr. Nursina Diyah Puspita, Dokter PTT PKM Kotabunan, Boltim.

KOTABUNAN, DivaNews.coAksi heroik dilakukan oleh seorang Dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kotabunan, dr. Nursina Diyah Puspita. Tindakan ini patut diacungi jempol karena berhasil menyelamatkan seorang pasien anak berusia 6 tahun yang mengalami demam tinggi hingga kejang-kejang dan tak sadarkan diri.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (31/7/2024) sekira pukul 04.00 menjelang pagi. Kondisi pasien yang semakin kritis memaksa dr. Nursina untuk mengambil keputusan cepat. Bersama seorang tenaga kesehatan, Didit Pratama Potabuga, A.Md. Kep., mereka segera memindahkan pasien dari PKM Kotabunan ke RSUP Ratatotok Buyat. Dengan menggunakan sepeda motor.

Dalam aksi heroik tersebut, Didit Pratama bertindak sebagai pengemudi roda dua sementara dr. Nursina memangku pasien sepanjang perjalanan menuju RSUP Ratatotok Buyat. Perjalanan yang penuh tantangan ini karena harus melewati jalan berliku dengan udara dibilang sangat dingin mereka tempuh demi memastikan pasien mendapatkan perawatan yang lebih intensif sesegera mungkin.

Baca Juga :  Menganggap Sepele Virus Corona, Ini Tiga Pilihan Bagi Yang Tidak Patuh

“Kami tidak memiliki banyak pilihan. Kondisi pasien sangat kritis dan butuh penanganan cepat. Menggunakan sepeda motor adalah satu-satunya cara untuk menghindari keterlambatan,” ujar dr. Nursina Diyah Puspita saat ditemui di PKM Kotabunan.

Disaat itu kata dr. Nursina, Pasien tersebut mengalami sakit yang memerlukan penanganan segera sedangkan pada malam itu di PKM sedang mengalami kekurangan stok obat karena memang situasi ini terjadi karena banyaknya pasien yang telah mendapatkan perawatan sebelumnya, sehingga persediaan obat di PKM Kotabunan habis.

“Setelah melakukan evaluasi medis, kami menyarankan untuk merujuk pasien ke RSUP Ratatotok Buyat demi mendapatkan perawatan yang lebih lengkap dan ketersediaan obat yang memadai. Dan pada saat itu supir ambulance selalu standby, tapi melihat kondisi pasien yang makin kritis sehingga jalan satu-satunya adalah kendaraan roda dua saya gunakan demi keselamatan pasien ini,” tambah dr. Nursina.

“Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, namun dengan tingginya jumlah pasien yang membutuhkan perawatan dalam beberapa waktu terakhir, stok obat kami menjadi terbatas khusus obat pasien kejang-kejang itu habis,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Ada Perayaan Malam Pergantian Tahun, Masuk Boltim Wajib Tunjukan Rapid Test

Aksi penyelamatan yang dilakukan oleh dr. Nursina dan Didit Pratama membuahkan hasil. Sesampainya di RSUP Ratatotok Buyat, pasien langsung mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut dan berhasil distabilkan.

Salah satu tenaga medis di PKM Kotabunan enggan menyebutkan namanya, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan keberanian yang ditunjukkan oleh dr. Nursina dan Didit Pratama.

“Ini adalah contoh nyata dari profesionalisme dan keberanian tenaga kesehatan kita. Mereka tidak hanya bekerja dengan hati, tetapi juga dengan keberanian yang luar biasa,” tuturnya.

Orang tua dan keluarga pasien, sangat dan sangat memberikan pujian atas tindakan cepat dan tepat yang dilakukan oleh dokter di PKM Kotabunan. Kisah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi tenaga medis lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat.

Baca Juga :  Berbagai Upaya Terus Dilakukan Memutus Kembangnya Covid-19, Lagi-Lagi Bupati Boltim Keluarkan Instruksi

“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada ibu dokter, kalau bukan beliau kondisi anak kami saat itu tidak tahu seperti apa. Semoga kebaikan serta niat tulus ibu dokter nursina dan pak didi mendapat balasan kebaikan serta kemudahan dalam menjalankan tugas mulia ini,” ucap keluarga penuh do’a.

Dokter Nursina Diyah Puspita ini sudah kali kedua menyelamatkan pasien pertama dengan menggunakan kendaraan roda empat miliknya dan kedua menggunakan roda dua.

Perlu diketahui, kejadian ini mengingatkan kita semua akan pentingnya dedikasi dan keberanian dalam profesi medis. Semoga langkah heroik ini dapat terus diteladani dan menjadi motivasi bagi seluruh tenaga medis di Indonesia.

Informasi yang di dapat media ini bahwa pasien anak bernama Mohammad Afif Lawatu sudah pulih dari sakit dan dipastikan Jum’at besok keluar RSUP Ratatotok Buyat.

(Bry)