BOLTIM, DivaNews.co – Memiliki kemampuan berbahasa Inggris menjadi sangat penting dimiliki oleh masyarakat seiring ditengah berkembangnya objek-objek pariwisata di Daerah.
Khususnya di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sendiri memajukan Pariwisata salah satu program unggulan Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si.
Oleh karenanya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur berupaya menggodok kemampuan putra putri daerah Boltim bisa berbahasa inggris melalui kursus bahasa inggris.
Sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boltim Yusri Damopolii. Program belajar bahasa inggris ini secara teknis akan di laksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui kursus berbahasa inggris.
“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saat ini membuka ruang bagi anak daerah yang hendak belajar bahasa inggris. Kami terus mensosialisasikan kepada masyarakat Boltim dan, Alhamdulillah mereka senang adanya program ini,”beber Yusri Damopolii.
Lanjut Yusri, Dengan program ini, Pemerintah Kabupaten membuka ruang bagi putra putri untuk kursus Bahasa Inggris secata gratis tidak ada pungutan biaya sehinggah mari kita memanfaatkan peluang baik ini.
“Program ini sangat baik ditengah kemajuan pariwisata yang sedang di majukan oleh bapak Bupati kita. Sehinggah, kami dinas pendidikan mengajak kepada masysarakat mari belajar Bahasa Inggris gratis, tidak dipungut biaya,” jelas Yusri.
Saat ini kata Damopolii, sudah 600 peserta pendaftar, mereka siap mengikuti pelatihan berbahasa Inggris.
“Program kursus Bahasa Inggris ini, Pemkab Boltim memiliki kuota 1000 peserta. Namun yang terdaftar baru 600 orang,” ucap Damopolii.
“Nantinya kita akan lihat kembali pada pendaftaran gelombang kedua dibuka secara umum, agar kuota bisa sampai 1000 peserta,” terangnya.
Yusri kembali menjelaskan bahwa, ini merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesi (RI).
“Kenapa program ini ada di Boltim, karena berkat dari hasil lobi dari Bapak Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, saat berkunjung ke Kemendikbud RI beberapa waktu lalu,”pungkasnya.
(redaksi)













