BOLTIM, DivaNews.co – Didy Muflhy Mamonto, S.Pd.I, seorang guru di Sekolah Dasar Negeri 2 Kotabunan, meraih prestasi gemilang dengan menjadi juara 1 dalam kategori Tilawah pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-VIII tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Prestasi gemilang Didy ini berhasil mengharumkan tidak hanya nama Kecamatan Kotabunan, tetapi juga Sekolah Dasar Negeri 2 Kotabunan, tempat Didy mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Pada MTQ ke-VIII yang digelar di Lapangan Bogani Kotabunan, Didy Mamonto mewakili Kecamatan Kotabunan dengan kemahirannya dalam Tilawah tingkat dewasa. Acara yang berlangsung Kamis pekan lalu tersebut telah mengukir keunggulan Didy dalam bidang ini.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Kotabunan, Irsyad Modeong, S.Pd., menyatakan kebanggaannya atas prestasi Didy. Menurutnya, keberhasilannya bukan hanya membanggakan sekolah, tetapi juga Kecamatan Kotabunan secara keseluruhan.
“Saya sangat bangga dengan prestasi dari Pak Guru Didy, Ini bukan hanya kebanggaan bagi sekolah SDN 2 Kotabunan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kecamatan Kotabunan,” ujar Kepsek Irsyad kepada wartawan DivaNews.co pada Senin, (13/5/2024).
Modeong menyampaikan, Muflhy Mamonto terus berkompetisi dan akan tampil pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang akan diselenggarakan di Kota Kotamobagu pada bulan Juni mendatang.

“Prestasi Didy ini bukanlah yang pertama kali diraihnya. Beliau saat ini kembali mempersiapkan untuk tampil pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Utara pada Juni mendatang. Kami berharap dukungan penuh dari masyarakat agar pak guru Didy dapat meraih prestasi yang lebih gemilang di tingkat Provinsi,” harap Modeong.
“Atas nama Dewan Guru dan orang tua siswa SDN 2 Kotabunan menyampaikan selamat kepada pak GUru Didy Muflhy Mamonto atas prestasinya sebagai Juara 1 dalam MTQ Ke-VIIIl! Betapa mengagumkannya prestasi tersebut dalam mengharumkan Kecamatan Kotabunan dan SDN Dua Kotabunan. Semoga ini menjadi inspirasi bagi banyak orang,” pungkasnya.
Prestasi yang diraihnya pada MTQ sebagai ketegasan eksistensi dirinya dalam memajukan budaya literasi dan keagamaan di daerah ini.
(Bry)













