BOLTIM, DivaNews.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Boltim yang ke-14. Kamis, (21/7/2022).
Upacara Bendera dilangsungkan di lapangan kompleks kantor bupati ini bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Bupati Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si, dan pemimpin upacara yakni Muhammadh Rezha Mamonto, S.Kom.
HUT Boltim ke-14 yang dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2022 saat ini, mengangkat tema: Mari Lestarikan Budaya Sebagai Identitas dan Pemersatu dalam Membangun Daerah”.
Pada Upacara HUT Boltim ke-14 hari ini sekaligus membacakan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Yang di bacakan oleh Wakil Ketua DPRD, Boltim Muhamad Jabir.
Ini secarah singkat cikal bakal berdirinya kabupaten bolaang mongondow timur.
Secara historis Kecamatan Kotabunan dan Kecamatan Modayag merupakan dua kecamatan yang menjadi cikal bakal terbentuknya daerah pemekaran kabupaten bolaang mongondow timur yang kaya dengan beragam potensi sumber daya alam. Seiring dengan bergulirnya reformasi dan perjalanan waktu tuntuntan akan pemekaran merupakan fenomena yang harus disikapi dan ditindaklanjuti. Hal ini terlihat di dua wilayah kecamatanolaang Mongondow bagian timur yaitu kecamatan Kotabunan dan Kecamatan Modayag. Tindak lanjut dan tuntutan akan pemekaran mendapat dukungan penuh dan simpati dari seluruh komponen masyarakat, maka wilayah kecamatan kotabunan dan kecamatan modayag berhasil di mekarkan. Masing-masing untuk kecamatan kotabunan di mekarkan menjadi tiga kecamatan, yakni kecamatan kotabunan, kecamatan nuangan dan kecamatan kotabunan, sedangkan kecamatan modayag dimekarkan menjadi dua kecamatan, yakni kecamatan modayag dan kecamatan modayag barat. Dengan terbentuknya lima kecamatan di wilayah bolaang mongondow bagian timur gaung pemekaran untuk membentuk kabupaten baru mulai di dengungkan oleh seluruh komponen masyarakat. gaung pun disambut bak bulan purnama menerangi kegelapan membawa sinar dan harapan menyongsong terbentuknya bolaang mongondow timur.

Untuk mewujudkan keinginan masyarakat akan pemekaran wilayah bolaang mongondow timur menjadi daerah otonomi baru oleh bupati bolaang mongondow pada waktu itu Ny. Hj, Dra. Marlina Moha Siahaan Bunda Pembaharu Tanah Totabuan bersama seluruh komponen masyarakat bolaang mongondow melalui panitia pemekaran bolaang mongondow timur serta presidium pemekaran bolaang mongondow raya berkomitem untuk bersama-sama memperjuangkan daerah otonom baru untuk di wujud nyatakan sehingga lahirlah bayi kembar dua. Yakni, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
“Terima Kasih arsitektur pemekaran, terima kasih bunda Ny, Hj, Marlina Moha Siahaan, jasamu tak akan lekang dimakan zaman,” jelas Muhamad Jabir membacakan sejarah berdirinya kabupaten boltim.
Sementara Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, dalam pidatonya menyampaikan. 14 tahun sudah kabupaten kita di mekarkan, Bolaang Mongondow Timur sudah semakin maju, sudah mampu mengikuti daerah daerah lain. artinya daerah bukan mundur tetapi berkembang maju sampai dengan sekarang.
“Bahkan pertumbuhan ekonomi boltim itu naik diatas rata-rata. Itu artinya, pemerintah kabupaten bersama DPRD serius untuk mengurus kepentingan rakyat,” ungkap Bupati Sachrul.
Kata Bupati, moment hari ini bukan hanya memperingati HUT Boltim, akan tetapi ini sebagai ajang intropeksi diri kita, apa yang sudah kita lakukan selama 14 tahun mengabdi di daerah ini.
“Tanamkan didalam hati ibu dan bapak sekalian bahwa kita adalah orang-orang yang diberi kesempatan mengabdi di Bolaang Mongondow Timur, maka cintai daerah ini dengan ketulusan hati,” jelas Bupati.
Bupati berharap, untuk selalu memberikan dedikasi yang terbaik untuk kabupaten bolaang mongondow timur ini.
“Kita sudah mendengarkan riwayat atau histori Kabupaten Boltim pasca di mekarkan. Selain kita berterimakasih kepada presidium pemekaran, kita juga tak henti-hentinya berterima kasih kepada mantan bupati bolaang mongondow dua periode yaitu Ibu Hj, Marlina Moha Siahaan yang dengan ikhlas memekarkan daerahnya menjadi beberapa kabupaten, seandainya waktu itu Bupati Bolmong tidak memekarkan maka berarti kita saat ini akan ada di satu kabupaten yang sama, tapi dengan dimekarkannya berarti membuka peluang kita untuk berkarir di daerah yang dimekarkan,” terangnya.

“Kita juga harus berterima kasih kepada bapak Sehan Mokoagow sebagai ketua presidium pemekaran. Ada banyak nama-nama yang masuk di dalam tim pemekaran Bolaang Mongondow Timur, harusnya di siapkan untuk di bacakan dalam riwayat pemekaran daerah boltim ini. bukan untuk memuji muji mereka, tapi bagaimana kita tidak melupakan sejarah, kita harus terus menghormati sejarah,” beber SSM.
Ia menambahkan, sebagai Bupati Boltim. Dirinya mengajak kepada seluruh ASN dan seluruh Rakyat Boltim untuk bahu membahu membangun daerah ini.
“Karena kalau kita berhasil membangun daerah ini maka kita akan dikenang dengan sesuatu yang baik oleh anak cucu kita, kita akan meninggalkan sejarah bahwa bolaang mongondow timur pernah maju di zaman ASN-ASN yang saat ini kalian sedang menduduki jabatan. Disetiap kesempatan saya selalu mengatakan bahwa ASN harus loyal, professional dan disiplin, trimatra pengabdian ASN.
“Kalian harus ketahui bahwa Bupati dan Wakil Bupati datang dan pergi artinya jabatannya terbatan tetapi kalian sebagai ASN tetap ada di sini di daerah boltim ini maka berikan pengabdian yang terbaik siapapun yang menjadi pimpinan kalian kedepan. Jadilah ASN yang hebat, jadilah birokrat yang handal yang mampu berinovasi hingga daerah kita menjadi maju dan berkembang dikemudian nanti,” tandasnya.
Usai Upacara Bendera dimeriahkan dengan tarian dana-dana masal dari unsul TNI/Polri, ASN, Siswa, Aparat Desa dan Masyarakat se- kabupaten boltim. Selanjutnya, Paripurna DPRD, kemudian pelapasan Karnaval Budaya.
(Advetorial)













