BOLTIM, DivaNews.co – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengadakan dialog Refleksi Akhir Tahun pada Kamis di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kotabunan. (31/12/2024). Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua DMI Boltim, Samsudin Dama, dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Kementerian Agama Kabupaten Boltim, H. Aswin Kiayi Demak, serta Kabag Tata Usaha Kemenag, H. Muh. Ma’mur.
Selain itu, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), para imam masjid, ketua-ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM), tokoh agama, dan tokoh masyarakat lainnya.
Dialog ini bertujuan untuk merefleksikan capaian sepanjang tahun 2024 sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengatasi tantangan dan sosial yang akan dihadapi pada tahun mendatang.
Pentingnya Refleksi Akhir Tahun
Dalam sambutannya, Samsudin Dama menekankan pentingnya acara ini sebagai sarana evaluasi kolektif. Ia menyampaikan bahwa masjid memiliki peran sentral tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan masyarakat.
“Melalui refleksi ini, kita ingin memastikan bahwa masjid-masjid di Boltim terus menjadi pelita dalam kehidupan umat. Capaian selama 2024 harus dijadikan pijakan untuk menghadapi tantangan ke depan, termasuk penguatan peran masjid dalam pendidikan dan pemberdayaan umat,” kata Samsudin Dama.
“Saya sampaikan bahwa pentingnya sinergi antara DMI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga harmoni dan keberlanjutan program-program keagamaan,” demikian Ketua DMI Samsudin Dama sekaligus Ketua DPRD Boltim tersebut.
Kolaborasi Antar Lembaga
Kepala Kementerian Agama, H. Aswin Kiayi Demak, dalam pidatonya mengapresiasi inisiatif DMI Boltim. Menurutnya, dialog seperti ini menjadi wujud nyata dari komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang religius, toleran, dan berbudaya.
“Kementerian Agama akan terus mendukung setiap program yang bersifat membangun nilai-nilai keagamaan. Kolaborasi seperti ini sangat penting, apalagi dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kabag Tata Usaha Kemenag, H. Muh. Ma’mur, menambahkan bahwa keberadaan masjid harus semakin diperkuat fungsinya, termasuk dalam penyelesaian masalah sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.
Masukan dari Tokoh Agama dan Masyarakat
Dalam sesi diskusi, para peserta menyampaikan berbagai masukan yang relevan untuk perbaikan di tahun mendatang. Salah satu poin penting yang dibahas adalah perlunya peningkatan program pendidikan berbasis masjid. Ketua MUI menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam kegiatan-kegiatan keagamaan untuk memperkuat akhlak dan moral mereka.
“Masjid harus menjadi tempat yang ramah untuk anak muda. Kita perlu menyediakan program yang menarik dan relevan dengan kebutuhan mereka,” ujar Ketua MUI.
Selain itu, beberapa tokoh masyarakat mengangkat isu tentang peran masjid dalam menyelesaikan konflik sosial. Mereka mengusulkan pembentukan tim mediator berbasis masjid yang bertugas membantu masyarakat menyelesaikan masalah secara damai.
Rencana Strategis 2025
Sebagai tindak lanjut dari refleksi ini, DMI Boltim bersama para pemangku kepentingan lainnya bersepakat untuk memprioritaskan beberapa program di tahun 2025. Di antaranya adalah:
1. Peningkatan Kualitas SDM Masjid: Melalui pelatihan imam, khatib, dan pengurus masjid.
2. Program Pemberdayaan Ekonomi Umat: Mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
3. Penguatan Pendidikan Agama: Menyediakan kegiatan belajar mengaji dan diskusi keagamaan bagi semua kalangan.
4. Pengembangan Teknologi Masjid: Mendorong penggunaan teknologi digital untuk memperluas jangkauan dakwah.
Penutup dengan Optimisme Ketua DMI.
“Semoga refleksi ini menjadi awal yang baik untuk menghadapi tantangan ke depan. Dengan kerja sama yang kuat, insya Allah kita bisa mencapai tujuan bersama,” pungkas Samsudin Dama.
Refleksi Akhir Tahun yang digelar DMI Boltim ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sangat penting dalam membangun bangsa yang religius dan bermartabat.
(Bry)













