BOLTIM, DivaNews.co – Meski belum memiliki Sekolah Luar Biasa (SLB) anak-anak penyandang disabilitas di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tidak terhambat untuk memperoleh hak pendidikan. Selama belum ada SLB, anak-anak difabel usia sekolah di Boltim diarahkan masuk ke sekolah umum.
“Namanya pendidikan inklusi. Anak dengan keterbatasan fisik dan mental bisa ke sekolah umum. Sejauh ini. Itu, yang kita lakukan agar mereka (anak difabel) tetap peroleh hak pendidikan mereka,” kata Kepala Dinas Pendidikan Boltim, Yusri Damopolii. Kamis, (10/06/2021).
Menurut Yusri, hanya sebatas itu yang bisa mereka dilakukan untuk membantu pendidikan anak-anak difabel di Boltim.
Pemerintah, katanya, belum berencana membangun SLB. Pada 2015 lalu Kementrian Pendidikan pernah memberi sinyal ke Pemkab Boltim untuk dibangunkan SLB. Hanya saja dipersyaratkan harus menyiapkan lahan seluas empat hektar.
“Lokasi empat hektar ini yang perlu dibebaskan. Pemkab butuh anggaran lagi untuk pembebasan lahan itu,” ungkapnya.
Dia mengimbau, guru-guru atau Pemerintah Desa yang mengetahui adanya anak difabel yang tidak sekolah, agar dimasukkan di sekolah dan diberikan pembelajaran dengan penyesuaian kondisi fisik serta mental mereka.
“Harus bersabar untuk mendidik mereka. Paling tidak, hak dasarnya memperoleh pendidikan bisa kita berikan. Dan supaya mereka tidak kaku dalam bersosialisasi dengan lingkungannya,” tambahnya. (end)













