Tim Gugus Tugas Covid-19 Boltim di Lima Pos Pengawasan Akan Ditarik

Tim Gugus Tugas Covid-19 Boltim di Lima Pos Pengawasan Akan Ditarik
Sehan Landjar, Bupati Bolaang Mongondow Timur.

BOLTIM, KabarTotabuan.com – Mengikuti perkembangan saat ini di mana Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) adalah Zona Hijau dari penyebaran Corona Virus Disease 19 (COVID-19) maka semua petugas tim gugus tugas covid yang melakukan pengawasan di lima titik pos di perbatasan akan ditarik.

“Saya sudah instruksikan Sekretaris Daerah untuk membuka Pos Covid-19 di lima titik dan semua petugas tim gugus tugas pengawasan ditarik. Untuk waktu kita belum pastikan, namun dalam waktu dekat ini,” ungkap Sehan Landjar saat bersua dengan sejumlah media.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :   Bupati Sachrul: ASN Harus Profesional Lagi di Tahun 2023

Arus keluar masuk di Boltim tetap biasa tetapi prosedur pengawasan akan diserahkan ke pemerintah desa. Masuk dan keluar Pemerintah Desa harus mengawasi.

“Tanggungjawab pengawasan dialihkan dimasing-masing desa. Pemerintah desa harus memprotect. Semua harus diawasi siapa pun warganya yang keluar begitu pula ketika ada tamu yang masuk di wilayah desa itu. dan wajib Pemerintah desa membuat rumah singgah,” ucap Bupati.

Terkait dibukanya pos-pos penjagaan di semua titik perbatsan bukan berarti virus ini sudah berakhir. Tapi Bupati menegaskan, siapa pun tetap memperhatikan dengan menerapkan protokol kesehatan harus menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan serta berolah raga yang cukup.

“Dan untuk pelaksanaan syukuran atau pesta nikah masih tetap ada pembatasan yang hadir dengan jumlah besar, tetap kita harus waspada walaupun wilayah Boltim masuk daerah zona hijau dari penyebaran Covid-19,” tegas Bupati.

Baca Juga :   Terkait Harga Tanah 20 Ribu Dari PT.ASA, Tokmas Kotabunan Ini Angkat Bicara

Ia menambahkan. Meskipun sudah diakhiri pemeriksaan di setiap pos penjagaan tapi tim gugus tugas Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap harus mobile mereka harus siaga yang bekerja ekstra.

“Dinkes yang mobile, setiap ada kejadian instansi kesehatan ini harus respon,” tandasnya.

(Man)

Pos terkait