Tutup Latsar CPNS Boltim, Bupati Sam Sachrul Tegaskan Penyakit Malas Masuk Kantor

BOLTIM, DivaNews.co – Setelah dilaksanakan selama tiga bulan. Latihan dasar atau Latsar bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) untuk golongan III dan II, tepat pada Selasa, (11/10/2022) di tutup.

Acara yang dilangsungkan di lantai tiga Inde doi kantor bupati Boltim ini di ikuti oleh peserta Latsar yang terbagi atas golongan, masing-masing golongan III berjumlah 65 orang dan golongan II sebayak 22 orang. Dengan jumlah keseluruhan 87 orang.

Bacaan Lainnya

Sebagai akhir dari semua kegiatan Latsar ini secara resmi di tutup langsung oleh Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si.

Baca Juga :   Penyajian Informasi, Kepala Diskominfo Boltim Gelar Rapat Dengan Wartawan

Bupati Sam Sachrul, menyampaikan tentang sebuah Integritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Bahwa seorang abdi negara, tidak cukup hanya bermodalkan moral dan akhlak. Tapi integritas perlu di kedepankan dalam menjalankan tugas dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Bermoral, berakhlak tanpa integritas adalah bukan seorang ASN yang baik. Integritas adalah apa yang dibicarakan dan apa yang dilakukan yang kemudian dikaitkan dengan karakter seseorang. Pendek kata tidak plin plan dalam hal bertindak dan melakukan sesuatu,” ucap bupati tegas.

Kemudian diegaskannya lagi bahwa, menjadi seorang ASN harus siap ditugaskan dan ditempatkan dimana saja. Selain itu, akan ada berbagai kepentingan yang nanti berimbas pada karir dan jabatan. Maka sangat penting menanamkan Integritas sejak dini kepada para CPNS yang baru.

Baca Juga :   Pemkab Boltim Terima Bantuan Hewan Qurban Dari PT. JRBM

“Berbagai kepentingan nantinya yang akan ditemui. Tapi ketika kita mampu menolak apa yang bukan hak milik kita. Maka integritas itu harus ditanamkan kepada ASN, karena kalian ini rawan terjadi penyuapan,” tegas lagi.

Dikesempatan itu, Bupati menjelaskan. Seorang ASN harus siap menjadi pelayan publik yang baik. Karena hal itu sudah menjadi tugas dan fungsi dari abdi negara. Tugasnya adalah melayani rakyat dan memfasilitasi masyarakat serta membangun daerah.

“Jangan jadi ASN yang malu bersosialisasi dengan teman-teman, Jadilah ASN yang mudah bergaul, mudah bersahabat, mudah mendapatkan pengalaman dan ilmu dari teman-teman, serta Jadilah ASN yang bisa membanggakan orang tua,” terangnya.

Namun hal penting harus di ketahui dan di tanamkan pada diri ASN kata Bupati, adalah penyakit yang menjadi sumber kerusakan pemerintahan daerah. Seperti penyakit malas masuk kantor, datang hanya sekedar mengisi daftar hadir, dan tidak tahu menggunakan komputer.

Baca Juga :   Masyarakat Lingkar Tambang Kotabunan dan Bulawan Bersatu Tolak Harga Tanah 20 Ribu

“Penyakit ini harus di hilangkan pada tubuh kita. Terlebih kepada ASN,” jelas bupati.

Ia pun meminta agar, selain belajar pelajaran yang diberikan pemateri, ASN juga dituntut mengenal konsep tiga A ketika berada di tempat tugas baru, yakni Apa tugas, Apa yang bisa dilakukan dan Apa yang tidak bisa dilakukan.

“Ketika berada di suatu tempat, kenali dulu apa tugas kalian, apa yang bisa kalian lakukan dan apa yang tidak bisa kalian lakukan. Itu yang perlu dipelajari,” pintanya.

Sembari menambahkan jika, hal yang paling utama juga perlu dilakukan adalah menghormati senior, dan selalu bertanya terhadap yang yang belum dimengerti. Belajar dan teruslah belajar.

(Advetorial)

Pos terkait