BoltimEkonomi

Undang 15 Desa Lingkar Tambang, PT ASA Konsultasi Publik Rencana Paska tambang

696
×

Undang 15 Desa Lingkar Tambang, PT ASA Konsultasi Publik Rencana Paska tambang

Sebarkan artikel ini
Konsultasi publik

BOLTIM, DivaNews.co – PT. Arafura Surya Alam (PT ASA), perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, menggelar konsultasi publik terkait Rencana Pascatambang (RPT) Blok Doup. Acara ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari 15 desa yang berada di sekitar wilayah operasional tambang.

Kegiatan konsultasi publik ini merupakan kewajiban bagi perusahaan tambang sesuai dengan regulasi yang berlaku. Tujuannya adalah untuk memperoleh masukan dari pemerintah dan masyarakat mengenai aspek-aspek yang harus diperhatikan PT ASA setelah berakhirnya operasi tambang. Dengan demikian, dampak lingkungan dan sosial dapat dikelola secara optimal.

Dalam forum ini, tim PT ASA memaparkan secara rinci tahapan pelaksanaan rencana pascatambang. Perusahaan menjelaskan bahwa proses ini mencakup persiapan, pelaksanaan, pemantauan, serta pelaporan, yang bertujuan agar lahan bekas tambang dapat kembali dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.

Selain itu, PT ASA menegaskan komitmennya dalam melaksanakan program pascatambang yang meliputi reklamasi lahan bekas tambang, pemulihan ekosistem, serta pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Upaya ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat pascatambang.

Baca Juga :  Nasyiatul Aisyiyah Boltim Gelar Nobar ‘Film 9 Putri Sejati’

Konsultasi publik

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pemenuhan regulasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab kami dalam memastikan bahwa seluruh aktivitas tambang berjalan berkelanjutan tanpa menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan,” ujar Kepala Teknik Tambang (KTT) PT ASA, Yusransyah.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara perusahaan dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan komunitas lokal dalam setiap tahap perencanaan pascatambang merupakan bagian dari prinsip pertambangan yang berkelanjutan.

Setiap desa mengirimkan lima perwakilan yang terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta dua tokoh masyarakat. Kehadiran mereka dalam konsultasi publik ini menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki kepentingan besar terhadap pengelolaan lingkungan dan dampak sosial yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang.

Selama diskusi berlangsung, berbagai masukan disampaikan oleh masyarakat terkait rencana pascatambang yang akan diterapkan PT ASA. Beberapa perwakilan desa mengungkapkan harapan agar lahan pascatambang dapat digunakan kembali untuk sektor pertanian dan perkebunan, sementara yang lain meminta perhatian lebih terhadap pengembangan ekonomi lokal melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Baca Juga :  Layu Sebelum Berkembang, Wacana Pembentukan Fraksi Baru di DPRD Boltim Ini Oleng

“Saya berharap program PPM yang dirancang dapat terus mendorong kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Jangan sampai setelah tambang berhenti beroperasi, masyarakat kehilangan mata pencaharian dan wilayah ini menjadi daerah yang sulit berkembang,” ujar Sekretaris Daerah Boltim, Sonny Waroka, yang turut hadir dalam acara tersebut.

Selain itu, ada juga usulan dari masyarakat agar PT. ASA tetap memberikan pendampingan bagi warga sekitar, khususnya dalam hal pelatihan keterampilan dan pengelolaan lahan pascatambang. Dengan demikian, masyarakat dapat beradaptasi dengan kondisi ekonomi setelah tambang tidak lagi beroperasi.

Langkah Nyata Pascatambang

Konsultasi publik

Menanggapi masukan tersebut, PT ASA menyatakan bahwa rencana pascatambang mereka telah mencakup berbagai aspek pemulihan lingkungan dan sosial. Salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah reklamasi lahan bekas tambang, termasuk penghijauan kembali serta pengelolaan limbah tambang secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Silaturahmi, Menu Ikan Sidat Menjadi Kesan Baik Pertemuan Bupati Boltim dan Kejari Kotamobagu

Selain itu, perusahaan juga berkomitmen untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang mencakup pelatihan keterampilan, pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat, dan itulah mengapa konsultasi publik ini sangat penting. Kami ingin memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam penyusunan rencana pascatambang agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambah Yusransyah.

Melalui forum ini, PT ASA berharap dapat membangun kesepahaman dengan masyarakat terkait rencana pascatambang yang akan diterapkan. Perusahaan juga menegaskan bahwa semua program yang dijalankan akan terus diawasi dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya dalam jangka panjang.

Dengan adanya perencanaan pascatambang yang matang dan melibatkan partisipasi masyarakat, diharapkan bahwa dampak dari aktivitas pertambangan dapat dikelola dengan baik, sehingga lingkungan tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat di sekitar tambang dapat meningkat.

(bry)