BoltimEkonomi

APRI Boltim Gelar Rakercab Perdana, Menata Masa Depan Tambang Rakyat yang Berkeadilan

1272
×

APRI Boltim Gelar Rakercab Perdana, Menata Masa Depan Tambang Rakyat yang Berkeadilan

Sebarkan artikel ini
Rakercab APRI

BOLTIM, DivaNews.co – Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, resmi menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pertama mereka di Aula Kantor Camat Kotabunan, Sabtu (19/4/2025).

Kegiatan ini menjadi tonggak awal dalam membangun arah perjuangan organisasi yang berpihak pada kesejahteraan penambang rakyat di daerah.

Rakercab yang dihadiri oleh jajaran pengurus, dan anggota ini menjadi forum konsolidasi penting untuk membahas strategi dan program prioritas yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan.

Di tengah dinamika sektor pertambangan rakyat yang kerap diwarnai ketidakpastian regulasi dan perizinan, APRI Boltim menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra konstruktif bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Ketua APRI Boltim, Alwin Tubagus, dalam sambutannya menekankan pentingnya kehadiran APRI sebagai wadah perjuangan yang sah bagi para penambang rakyat. Ia menyebut, organisasi ini harus mampu memperjuangkan regulasi yang berpihak pada rakyat kecil dan menjembatani komunikasi antara penambang dengan pemerintah.

“Sebagai organisasi yang mewakili kepentingan penambang rakyat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Boltim, APRI memiliki peran penting dalam memperjuangkan regulasi yang adil dan berpihak kepada penambang rakyat,” ujar Alwin Tubagus.

Baca Juga :  Pjs Bupati Boltim Apresiasi Pelayanan Pemerintah Desa dan Puskesmas dalam Kunker di Tiga Kecamatan

Ia menambahkan bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah belum terlegalkannya sejumlah wilayah pertambangan rakyat (WPR) di Boltim.

“Karena itu, APRI akan mendorong percepatan proses legalisasi agar para penambang bisa bekerja dengan tenang, aman, dan sesuai aturan,” tegasnya.

Rakercab pertama ini membahas berbagai agenda strategis. Beberapa di antaranya mencakup dorongan terhadap legalisasi wilayah pertambangan rakyat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) penambang, hingga penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait lainnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I APRI Boltim, Hendra Abarang S.Hut, mengungkapkan bahwa Rakercab ini menjadi momentum untuk menata langkah-langkah konkret dalam mewujudkan tambang rakyat yang legal, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“APRI Boltim siap tancap gas demi mewujudkan tambang rakyat yang lebih baik dan bermanfaat bagi para penambang,” kata Hendra.

Ia berharap, melalui Rakercab ini, seluruh anggota APRI dapat memahami arah perjuangan organisasi dan terlibat aktif dalam pelaksanaan program-program yang telah disusun bersama.

Konsolidasi dan Kapasitas SDM

Salah satu fokus penting dalam Rakercab adalah peningkatan kapasitas SDM para penambang. Hal ini dinilai krusial karena masih banyak penambang tradisional yang belum memahami aspek keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, serta tata kelola pertambangan yang baik.

Baca Juga :  Miliki Kepekaan Sosial Terhadap Sesama, Calon Bupati Amalia Jenguk Djipri Imango

APRI Boltim berkomitmen untuk menghadirkan pelatihan-pelatihan teknis yang relevan serta menjalin kemitraan dengan institusi pendidikan, lembaga pelatihan, dan instansi teknis agar para penambang dapat meningkatkan keterampilan mereka.

“Kami ingin para penambang tidak hanya bekerja secara legal, tetapi juga profesional dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Alwin.

Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi pilar penting dalam strategi APRI Boltim. Organisasi ini berharap dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam merumuskan kebijakan daerah yang berpihak pada pertambangan rakyat.

Legitimasi Organisasi

Pelaksanaan Rakercab pertama ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan resmi APRI Kabupaten Boltim oleh Ketua Umum APRI, Gatot Sugiharto, yang berlangsung beberapa waktu lalu di Aula Kantor Bupati Boltim. Dengan demikian, APRI Boltim kini memiliki legitimasi struktural untuk menjalankan program-program organisasi secara formal dan berkelanjutan.

Pelantikan tersebut sekaligus menjadi penegas bahwa keberadaan APRI di daerah bukan sekadar simbolis, melainkan sebagai organisasi yang memiliki mandat untuk memperjuangkan kepentingan penambang rakyat dengan cara yang sah dan terstruktur.

Baca Juga :  Serapan Anggaran Dikbud Boltim Capai 91%

Harapan dan Tantangan

Tantangan yang dihadapi APRI Boltim tentu tidak ringan. Selain masalah legalitas dan kapasitas SDM, isu lingkungan, konflik lahan, serta stigma negatif terhadap tambang rakyat masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Namun, dengan sinergi yang kuat antara pengurus, anggota, dan pemerintah, serta visi yang jelas, APRI Boltim optimistis bisa menjadi penggerak perubahan menuju sistem pertambangan rakyat yang lebih baik.

“Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang baik dan semangat gotong royong, tambang rakyat bisa menjadi berkah, bukan beban,” kata Alwin di akhir kegiatan.

Rakercab yang berlangsung selama satu hari ini ditutup dengan perumusan rencana aksi jangka pendek dan menengah dengan disertai tandatangan sebagai komitmen bersama oleh seluruh peserta sebagai bentuk keseriusan dalam menjalankan agenda yang telah disepakati.

Dengan berjalannya Rakercab ini, APRI Boltim mengirim sinyal kuat bahwa mereka siap melangkah lebih jauh dalam mewujudkan tambang rakyat yang legal, adil, dan berkelanjutan, demi kesejahteraan para penambang dan kemajuan daerah.

(Man)