BOLTIM, DivaNews.co – Kepemimpinan AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mendapat respons positif dari berbagai lapisan masyarakat. Di bawah arahannya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut dinilai semakin kondusif, aman, dan terkendali.
Sejumlah tokoh masyarakat hingga warga di berbagai kecamatan mengungkapkan kepuasan mereka terhadap perubahan signifikan yang dirasakan sejak AKBP Golfried menjabat sebagai Kapolres Boltim. Kehadiran aparat kepolisian yang lebih aktif di tengah masyarakat menjadi salah satu indikator utama meningkatnya rasa aman warga.
Masyarakat menilai, kepemimpinan AKBP Golfried tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum semata, tetapi juga pada upaya pencegahan konflik melalui pendekatan persuasif dan komunikasi dua arah. Pola ini dinilai efektif dalam meredam potensi gangguan keamanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Supardi Mamonto, salah seorang warga Boltim, mengatakan situasi keamanan saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Patroli rutin yang dilakukan aparat kepolisian di berbagai titik rawan membuat masyarakat merasa lebih terlindungi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami merasa sangat nyaman sekarang. Patroli rutin dan sikap responsif dari anggota Polres membuat kami merasa dilindungi. Pak Kapolres juga sangat terbuka dan mau mendengarkan keluhan masyarakat secara langsung,” ujar Supardi.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua GMPK Sulawesi Utara, Resmol Maikel. Ia menilai terdapat sejumlah faktor utama yang menjadi alasan tingginya kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polres Boltim di bawah kepemimpinan AKBP Golfried.
Menurut Resmol, respons cepat terhadap laporan masyarakat menjadi salah satu keunggulan utama. Penanganan aduan dinilai lebih sigap, transparan, dan profesional, sehingga menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum yang berjalan.
Selain itu, upaya peningkatan keamanan lingkungan juga dirasakan nyata melalui patroli presisi yang dilakukan secara rutin di titik-titik rawan kriminalitas. Langkah tersebut disebut berhasil menekan angka kejahatan serta menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Aspek pelayanan juga menjadi perhatian. Proses administrasi kepolisian kini lebih mudah, ramah, dan humanis. Ini menunjukkan adanya perubahan budaya pelayanan di tubuh Polres Boltim,” kata Resmol.
Ia juga menyoroti pendekatan dialogis yang diterapkan Kapolres Boltim. AKBP Golfried dinilai aktif turun langsung ke desa-desa untuk berdialog dengan masyarakat, mendengar aspirasi, serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
“Pendekatan seperti ini yang selama ini diharapkan masyarakat. Kapolres hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi berbagai apresiasi tersebut, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan menyampaikan bahwa kenyamanan dan rasa aman masyarakat merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Menurutnya, keberhasilan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif tidak dapat dicapai tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, Polres Boltim terus mendorong pendekatan humanis dan dialogis dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Apresiasi ini kami jadikan motivasi bagi seluruh jajaran Polres Boltim untuk terus meningkatkan dedikasi dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” kata AKBP Golfried.
Ia menambahkan, ke depan Polres Boltim akan terus memperkuat pelayanan publik, meningkatkan profesionalisme anggota, serta menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga secara berkelanjutan.
(bry)













