BoltimPemerintahan

ASN Boltim Jangan Takut Ancaman Penjabat Bupati yang Takut Nyamuk

76
×

ASN Boltim Jangan Takut Ancaman Penjabat Bupati yang Takut Nyamuk

Sebarkan artikel ini
Haykal Mokoagow.

BOLTIM, DIVANEWS.com – Gertakan penjabat Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Christiano Talumepa, yang mengisyaratkan mutasi pejabat di lingkup pemerintahan Boltim, menuai reaksi sejumlah tokoh masyarakat. Beredar informasi, mutasi oleh Talumepa, akan menyentuh hingga para penjabat Sangadi (kepala desa) dan aparat yang konon terlibat politik praktis.

Haykal Mokoagow, tokoh pemuda Boltim, menilai pernyataan Talumepa, tidak profesional dan penuh intrik. Penjabat Bupati memiliki tugas utama yakni menyukseskan pilkada serentak, baik pilgub maupun pilbup, khususnya di kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

“Saya kira, penjabat Bupati baiknya fokus pada suksesnya pilkada serentak saja. Jangan mengutak-atik SKPD, atau mengganti Sangadi dan aparat desa. Ini bisa mengganggu stabilitas daerah, apalagi di momen politik seperti sekarang. Untuk pejabat yang takut nyamuk DBD seperti pak Talumepa, sebaiknya tidak mengundang emosi masyarakat Boltim,” ujar Haykal.

Baca Juga :  Iksan Pangalima Jabat Plt Asisten III Boltim, Gantikan Rusmin Mokoagow Masuk Batas Usia Pensiun

Alumni Universitas Sam Ratulangi dan dikenal vokal dalam mengkritisi pemerintah ini, mengungkapkan sebab dia menyebut Talumepa sebagai pejabat yang takut nyamuk.

“Oh iya. Beliau kan pernah dikritisi salah satu anggota DPRD Boltim ketika pindah rumah dari Tutuyan ke kotamobagu, di media-media yang saya baca, alasannya karena takut nyamuk demam berdarah. Di komplek beliau tinggal, sedang mewabah DBD. Tapi faktanya, masih ada ribuan warga di sekitar yang aman-aman saja sampe hari ini. Berarti beliau saja yang takut,” ucapnya.

Dia mengimbau, para ASN termasuk sangadi dan aparat di Boltim, tidak takut dengan gertakan siapapun yang mengaku penguasa. Apalagi yang hanya bersifat sementara saja di Boltim.

Baca Juga :  KPU Boltim Buka, Tahapan Kampanye Caleg Dimulai Hari Ini

“Tak perlu takut, karena kita adalah negara hukum. Segala bentuk keputusan dan kebijakan itu ada regulasi yang mengaturnya, tidak bisa semena-mena. Apalagi terkait mutasi di masa pilkada, sudah jelas diatur. Bupati devinitife saja dikekang aturan, apalagi hanya penjabat,” ujar Haykal.

Haykal yang juga sekretaris DPD KNPI Boltim, meminta penjabat Gubernur Sulut, Agus Fatoni, untuk mengklarifikasi pernyataan Christiano Talumepa, yang menganggap Pin Kemendagri yang dia semat lebih sakti dari Pin Garuda Bupati devinitife.

“Saya kira penjabat Gubernur Sulut, perlu mengklarifikasi pernyataan penjabat Bupati Boltim. Katanya di beberapa media, pin yang dia miliki adalah pin kemendagri. Jadi bebas melakukan apa saja termasuk mutasi pejabat. Apakah maksud beliau tidak perlu ijin mendagri karena dia utusan mendagri? Ini perlu dipertanyakan, karena kesannya beliau ini otoriter dan pongah. Sebagai rakyat Boltim, saya kritik pejabat negara seperti ini. Merusak citra pemerintah, dan mendagri,” tutur Haykal. (Man)

Baca Juga :  Kebersamaan di Bulan Ramadhan, Karang Taruna dan Gamki Boltim Ngabuburit Hingga Bagikan Takjil