JAKARTA, DivaNews.co – Dalam upaya memperkuat sinergitas antara aparat penegak hukum, Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intelijen) Reda Manthovani bersama sejumlah pejabat tinggi Kejaksaan Agung menghadiri Apel Gelar Pasukan Penegakan Hukum Tahun 2024. Kegiatan ini diselenggarakan di Lapangan Prima Mabes TNI Cilangkap pada Rabu, (13/11/2024), dengan tujuan mendukung program pemerintah Asta Cita menuju Indonesia Maju.
Acara ini dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Dalam amanatnya, Agus menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan berbagai instansi penegak hukum lainnya, termasuk Polri, Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Narkotika Nasional (BNN), Bakamla, Bea Cukai, Imigrasi, dan PPATK. (K.3.3.1)
“Pentingnya koordinasi antara TNI, Polri, Kejaksaan Agung, dan instansi terkait lainnya untuk menciptakan kesamaan persepsi dalam upaya penegakan hukum. Ia menyebutkan bahwa sinergitas ini tidak hanya untuk memperkuat keamanan, tetapi juga untuk memastikan tegaknya hukum dalam berbagai aspek, seperti pemberantasan judi online, narkotika, kejahatan siber, pertambangan ilegal, korupsi, hingga penyelundupan. Kita harus bersatu dalam melawan kejahatan yang semakin kompleks. Sinergi antara TNI, Polri, dan Penegak Hukum lainnya menjadi kunci untuk menegakkan hukum yang adil di negeri ini,” ujar Jenderal Agus dalam sambutannya.
Apel gelar pasukan ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi dari beberapa lembaga penegak hukum. Di antaranya adalah Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Andi Herman; Direktur I pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Jacob Hendrik Pattipeilohy; dan Direktur Penindakan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer, Laksamana Pratama TNI Effendy Maruapey. Sebanyak 30 personel dari berbagai bidang di Kejaksaan Agung, termasuk perwakilan dari Pembinaan, Intelijen, Tindak Pidana Khusus, dan Tindak Pidana Militer juga hadir dalam apel tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada sinergitas antar-institusi, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas pertambangan ilegal, kejahatan siber, judi online, narkoba, , korupsi, penyelundupan dan kejahatan lainnya yang merugikan masyarakat. Pemerintah berharap, dengan adanya koordinasi yang semakin kuat antara TNI, Polri, Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Narkotika Nasional (BNN), Bakamla, Bea Cukai, Imigrasi, dan PPATK, berbagai kejahatan yang merusak sendi-sendi negara dapat segera ditangani.
Apel Gelar Pasukan Penegakan Hukum 2024 ini juga merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita, yang bertujuan mewujudkan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Dalam hal ini, fokus pemerintah tidak hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada upaya menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari kejahatan.
“Pemberantasan kejahatan adalah salah satu fondasi penting untuk mendukung pembangunan Indonesia yang lebih baik. Dengan kerja sama yang solid antara semua instansi, kita berharap dapat mewujudkan keamanan nasional yang maksimal,” tambah Agus.
Dengan sinergitas dan koordinasi yang semakin erat, pemerintah optimis dapat menangani berbagai kejahatan dengan lebih efektif. Apel Gelar Pasukan Penegakan Hukum 2024 ini menjadi simbol kesiapan aparat negara dalam mengawal keamanan dan ketertiban nasional.
(Bry/*)













