Kadis PMD Hendra Tangel Tegaskan Para Sangadi Dapat Memanfaatkan Hasil Studi Tiru

BOLTIM, DivaNews.co – Guna memajukan potensi Wisata di masing-masing Desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), 79 Sangadi (Kepala Desa, red) akan Study Tiru.

Dua daerah yang dipilih adalah Kabupaten Bandung dan Lombok ini sekaligus tempat Study Tiru tentang Desa Digital dan Bumdes.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten, melalui Dinas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Boltim, Hendra Tangel menjelaskan, pelaksanaan Study Tiru oleh pemerintah desa se Boltim ini, untuk menambah referensi secara langsung terkait bagaimana pengelolaan serta pengaplikasian Bumdes, desa digital dan desa wisata di kabupaten Boltim.

Baca Juga :   Didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten, Bupati Sachrul Mamonto Hadiri Event Women of Twenty

“Sejauh ini kita hanya sering melaksanakan bimbingan teknis dalam kelas saja. Pemerintah Desa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikannya, karena tidak langsung atau ada contoh yang harus diikuti. Itulah sebabnya kita akan melaksanakan study Tiru ini,” jelasnya pada Selasa, (09/8/2022) kemarin.

Menariknya lanjut Hendra, Study Tiru ini rencananya akan dilaksanakan pada dua daerah yang berbeda selama tiga hari.

“Dua contoh daerah, dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan kondisi di Boltim yang memiliki dua wilayah yang berbeda yakni wilayah pesisir dan wilayah pegunungan,” terangnya.

Selain dua wilayah ini untuk menyesuaikan dengan kondisi Boltim. Kata Hendra, Daerah tujuan tersebut juga merupakan daerah yang mempunyai prestasi di tingkat Nasional, sehingga di tegaskan kepada kepala desa di Boltim nantinya dapat mengambil banyak manfaat dari Studi Tiru ini dan harus di terapkan pada desa masing-masing.

Baca Juga :   Satu Peserta Seleksi PPPK Guru di Boltim Tidak Memenuhi Syarat, Pansel Batalkan Kelulusan

“Jadi tujuan dipilihnya dua daerah yang berbeda tersebut, untuk menyesuaikan situasi dan kondisi wilayah pesisir dan pegunungan. Sehingga Sangadi Sangadi harus memanfaatkan hasil studi tiru ini dengan baik. Di sana itu terdapat desa yang Bumdesnya adalah terbaik tingkat Nasional, kemudian ada juga desa sudah menjalankan sistem pelayanan digital di desanya.” bebernya.

Dijelaskannya. Adapun keberangkatan para kepala desa tersebut nantinya akan dibagi dalam dua kelompok.

“Untuk 34 desa wilayah pegunungan akan berangkat pada tanggal 10 Agustus hari ini menuju Bandung, Jawa Barat. Sedangkan 45 desa sisanya dari wilayah pesisir akan berangkat setelah 17 Agustus menuju Lombok,” pungkasnya.

(redaksi)

Pos terkait