Rita Kamumu: Beasiswa Anak Asuh dan Santri Akan Dicairkan

BOLTIM, DivaNews.co -Beasiswa Mahasiswa atau Anak Asuh dan Beasiswa Santri asal Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sedang mengembangkan pendidikan akan terima pencairan beasiswa.

Program anak asuh ini merupakan bentuk kepedulian serta penghargaan Bupati Sam Sachrul Mamonto (SSM) kepada Putra Putri Daerah yang saat ini sedang berjuang menuntut ilmu pendidikan di perguruan tinggi dan di santri.

Bacaan Lainnya

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemda Boltim Rita Kamumu, menjelaskan. Pencairan beasiswa anak asuh ini tinggal menunggu APBD Perubahan action.

Baca Juga :   Warokka Beri Semangat Peserta, Calon PPPK Boltim Formasi Kesehatan Jalani CAT

“Pencairan beasiswa, kami tinggal menunggu APBD-P. Kemudian dari itu nama-nama ini akan diinput dalam aplikasi SIPD,’’ kata Rita Kamumu. Kamis, (20/10/2022).

Rita menyampaikan. Untuk tahun 2022 ini ada ratusan mahasiswa dan puluhan santri mengajukan berkas beasiswa.

“Kurang lebih 530 orang mahasiswa dan 29 santri mengajukan berkas. Dari jumlah itu di lakukan verifikasi berkas ekstra ketat sampai verifikasi faktual di masing-masing kampus,” ujarnya.

Rita Kamumu menjelaskan, Pemkab Boltim mengalokasi anggaran beasiswa anak asuh dan santri sebesar Rp 1,2 miliar dengan rincian Rp2 juta per tahun untuk masing-masing mahasiswa dan untuk santria Rp750 ribu setiap bulannya.

Namun bagi calon penerima, ada persyaratan khusus wajib di penuhi mahasiswa. Antara lain, bukti keaktifan kuliah dengan melampirkan kwitansi SPP semester berjalan dan pertanggungjawaban dana.

Baca Juga :   Kepala BPK RI Perwakil Sulut Kunjungi Boltim, Bupati Sachrul: Ini Kesyukuran Bagi Pemda Boltim

“Jadi ketika nanti dibayarkan beasiswanya, harus membawa kwitansi pembayaran SPP semester berjalan dan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran tersebut,” bebernya

Kamumu menegaskan. beberapa syarat mahasiswa tidak bisa menerima bantuan anak asuh adalah sudah menerima beasiswa di tempat lain, anak seorang ASN dan dalam satu keluarga terdapat dua mahasiswa maka harus memilih salah satu.

“Mahasiswa tidak mendapat beasiswa, yakni sudah menerima beasiswa di tempat lain kemudian, anak ASN dan satu keluarga terdapat dua penerima maka salahsatunya harus memilih salah satu” tegas Kamumu.

Program bupati ini patut di apresiasi karena Pemkab Boltim memiliki dua program beasiswa di yakni, beasiswa anak asuh dan beasiswa satu desa satu santri.

Baca Juga :   Hari ini, Disperindakop dan UKM Boltim Salurkan 2000 Liter Minyak Kelapa di Pasar Ambang Modayag

(redaksi)

Pos terkait