Tak Dihadiri Eksekutif, DPRD Boltim Batal Bahas Perda 2022

Tak Dihadiri Eksekutif, DPRD Boltim Batal Bahas Perda 2022
Kantor DPRD Boltim.

DivaNews.co , BOLTIM – Rapat paripurna penetapan program pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tahun 2022 diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada Senin, (10/01/2022) terpaksa di batalakan untuk dibahas.

Dikabarkan pembatalan Paripurna ini karena ketidak hadiran lembaga eksekutif sehingga lembaga DPRD batal untuk membahas.

Bacaan Lainnya

Nada kritis pun dilontarkan politisi Perindo, Sunarto Kadengkang. Diberitahukannya, DPRD telah menjalankan fungsi dan tugas bagaimana menjalankan amanat, undang-undang, pengawasan, budgeting hingga fungsi legislasi, namun pihak eksekutif tidak hadir pada rapat terhormat itu.

“Bagaimana kita menetapkan suatu peraturan akan tetapi pihak eksekutif belum bisa bersama-sama. Ini perlu kita sikapi karena penetapan program pembentukan peraturan daerah tahun 2022 bisa menjadi molor,” kata Kadengkang.

Baca Juga :   Gelar Deklarasi Kampanye Damai dan Gerakan Sulut Sejuta Masker, Kapolres Boltim: Mari Jo Pake Masker

Dipastikan Sunarto, kejadian ini bukan kesalahan DPRD karena sesungguhnya mereka sudah membahas beberapa peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang cukup menyita waktu, kemudian ada penyesuaian-penyesuaian pihak eksekutif yang belum siap membahas ini.

“Minimal ada pendelegasian, duduk untuk menghargai jadwal yang sudah dijadwalkan oleh DPRD itu sendiri. Kalau tidak ada Wakil Bupati, ada Sekretaris Daerah (Sekda), bahkan ada Kepala Bagian (Kabag) Hukum untuk kita melanjutkan rapat ini. Tentu harus ada dari pihak eksekutif, sangat disayangkan. Sekali lagi ini bukan kesalahan dari pihak legislatif yang belum siap untuk menyampaikan rap peraturan daerah,” ujarnya.

Disebutkan Kadengkang, mereka tidak menyalahkan siapa-siapa, tetapi ketika sudah dijadwalkan dan diberikan penyampaian baik secara lisan maupun tulisan, maka harus dihargai agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Baca Juga :   Pemda dan DPRD Boltim Bahas APBD Tahun 2023

“Kita sangat memaklumi dengan kondisi ini, maka persoalan ini harus diskors. Ketika pihak eksekutifnya sudah siap, barangkali kita melakukan paripurna berikut. Tidak dibuka lagi seperti awal tetapi langsung membuka skor sidang paripurna tentang pembentukan peraturan daerah,” pintanya.

Sementara itu politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Samsudin Dama menyarankan, meskipun tidak ada pendelegasian harusnya Sekretaris Dewan berkomunikasi dengan Sekda, Asisten I, Asisten II dan Asisten III untuk hadir dan menyampaikan ketidaksiapan mereka saat ini.

“Kami sudah siap untuk rapat paripurna karena ini penting untuk agenda-agenda selanjutnya. Hanya saja tadi kami berharap kalau bupati dan wakil bupati tidak hadir, harusnya Sekda atau Asisten I, Asisten II dan Asisten III ada di sini dan menyampaikan ke kami di DPRD tentang ketidakhadiran ini. Supaya kami tau dan kami merasa dihargai,” tegas Ketua PAN Boltim ini.

Melihat persoalan tersebut, Wakil Rakyat Boltim Muhammad Jabir menuturkan, sebaiknya rapat harus ditutup karena jika dilakukan skors maka mereka harus menetapkan berapa lama waktu yang ditentukan.

Baca Juga :   Aliansi Pemerhati Masyarakat Lingkar Tambang PT.ASA Datangi Gedung DPRD Boltim

“Kalau mau dilakukan skors kita sudah mempunyai gambaran berapa lama waktunya. Satu jam, dua jam atau satu hari. Tetapi kalau kita tidak tau berapa lama sidang akan diskors, maka sebaiknya ditutup dan kita akan melakukan tindakan lagi di sidang berikut,” ujar politisi fraksi Nasdem ini.

Tak mau menghaburkan banyak waktu lagi, Ketua DPRD Boltim Fuad Landjar langsung mengambil keputusan, namun sebelumnya saat memimpin rapat tersebut ia mengatakan, berdasarkan rapat Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, telah menetapkan program kerja pada hari ini, akan tetapi belum ada kesiapan dari pemerintah daerah.

“Untuk mengingat bahwa jadwal rapat paripurna selanjutnya belum dapat ditentukan, maka rapat ini saya tutup,” ucap Fuad megetuk palu sidang.

(man)

Pos terkait