DivaNews.co, BOLTIM – Terwujudnya ketahanan pangan daerah tetap aman, langkah-langkah Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus melakukan konsolidasi antara petugas lapangan dan tim kabupaten.
Guna mendorong hal itu, Kepala Dinas Pertanian Mat Sunardi turun langsung kelapangan memastikan dukungan infrastruktur penunjang khususnya persawahan.
Beberapa infrastruktur persawahan di Bolaang Mongondow timur menjadi pusat kunjungan Dinas Pertanian salah satunya di Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan.
“Kami langsung turun lapangan memastikan dukungan infrastruktur penunjang, baik yang sudah ada dan yang perlu diperbaiki akan datang, agar supaya ketahanan pangan kita di Boltimn lebih optimal,” jelas Mat Sunardi.
Sunardi menjelaskan, suksesnya ketahanan pangan khususnya pada Sawah, sangat dipengaruhi oleh infrastruktur yang ada baik jaringan irigasi, sarana produksi (saprodi) serta petugas lapangan.
“Indeks Pertanaman (IP) Boltim baru pada level 3.00, itupun pada daerah yang irigasinya memadai. Itulah kenapa kami harus turun ke lapangan untuk memeriksanya langsung. Kami juga melakukan pengecekan pekerjaan-pekerjaan swakelola petani, apa masih ada yang perlu di benahi atau tidak,” ujar Sunardi.
Selain itu lanjut Sunardi, dirinya juga melakukan diskusi dengan petani selaku masyarakat yang berjasa mewujudkan ketersediaan pangan.
“Keluhan para petani selain keterbatasan pupuk, terutama adalah keterbatasan modal. Untuk ketersediaan pupuk, diketahui Sulut hanya mendapatkan pupuk subsidi sebanyak 42.000 ton pada tahun ini. Untuk Boltim sendiri hanya mendapat 1.500 ton, tidak sebanding dengan luas persawahan Boltim yang mencapai 1.400 hektare, belum lagi yang digunakan untuk holtikultura. Mudah-mudahan kedepan pemerintah pusat bisa menambah jatah pupuk subsidi ke Boltim,” kata Sunardi penuh harap.
(man)













