BOLTIM, DivaNews.co – Gempa bumi berkekuatan 6,0 skala Richter mengguncang wilayah Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada Rabu, 26 Februari 2025, sekitar pukul 05.55 WIB. Guncangan kuat tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga di Desa Jiko Balanga mengalami kerusakan. Meski sudah dua hari berlalu sejak bencana terjadi, hingga kini warga yang terdampak belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.
Anggota DPRD Bolaang Mongondow Timur, Toni Olola, menyampaikan kekecawaannya bahkan mempertanyakan atas lambatnya respons pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana ini.
“Saya sangat menyayangkan lambatnya respons Pemda terkait bencana ini. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda bantuan dari instansi pemerintah kepada masyarakat yang terkena dampak,” ujar Toni kepada wartawan Sabtu, (01/3/2025).
Sebaliknya, TNI menunjukkan respons cepat dalam menangani kondisi darurat ini. Toni mengapresiasi langkah sigap yang dilakukan oleh aparat TNI yang langsung turun ke lokasi terdampak dengan membawa bantuan.
“Saya sangat mengapresiasi TNI yang langsung turun ke titik bencana dengan membawa bantuan bagi warga,” tambahnya.
lanjut Wakil Rakyat ini, Warga di Desa Jiko Balanga yang terdampak gempa kini mengalami kesulitan, terutama dalam mendapatkan bantuan. Banyak dari mereka yang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Ketiadaan bantuan dari pemerintah daerah membuat kondisi semakin sulit, terutama bagi anak-anak dan lansia yang membutuhkan perhatian lebih.
“Rumah mereka sangat parah tembok tembok runtuh sehingga mereka harus tidur di luar rumah karena takut ada gempa susulan. Sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Pemda Boltim Belum Beri Respons
Hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas terkait di Pemda Bolaang Mongondow Timur belum memberikan tanggapan terkait keterlambatan penyaluran bantuan kepada korban gempa. Ketika dikonfirmasi oleh media, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah setempat mengenai langkah-langkah yang akan diambil dalam menangani dampak bencana ini.
Kondisi ini memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk aktivis kemanusiaan dan masyarakat setempat yang menilai bahwa koordinasi dan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana masih kurang maksimal.
Peran TNI dalam Penanganan Bencana
Di tengah lambatnya respons Pemda, TNI justru bergerak cepat. Aparat TNI dikabarkan telah mendistribusikan bantuan awal kepada warga terdampak.
Harapan Warga Akan Bantuan Segera
Harapan mereka kata Aleg Boltim tersebut, masyarakat yang terdampak berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan.
“Karena kerusakan tempat tinggal mereka sudah pasti mereka hanya ingin bantuan segera datang, sehingga bagaimana upaya dari pemerintah menangani warga yang terdampak bencana gempa tersebut,” jelasnya.
Dengan situasi yang masih belum jelas terkait bantuan dari Pemda, banyak pihak mendesak agar pemerintah daerah segera bertindak cepat untuk mengatasi dampak bencana ini dan memastikan tidak ada warga yang kesulitan akibat lambannya penanganan.
(bry)













