BoltimPemerintahanPeristiwa

Program Advokasi Edukasi dan Sosialisasi Menyeluruh, Bupati Sachrul Mamonto Sukses Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat Melaporkan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

625
×

Program Advokasi Edukasi dan Sosialisasi Menyeluruh, Bupati Sachrul Mamonto Sukses Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat Melaporkan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
Program Advokasi Edukasi dan Sosialisasi Menyeluruh, Bupati Sachrul Mamonto Sukses Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat Melaporkan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
sam sachrul mamonto bupati bolaang mongondow timur

BOLTIM, DivaNews.co — Sejak awal masa kepemimpinan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto (SSM), menjadi wujud kesadaran dan keberanian masyarakat meningkat dalam melaporkan kasus kekerasan fisik terhadap anak maupun seksual yang sebelumnya sering dianggap tabu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Iksan Pangalima melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Wenda Arif, mengatakan bahwa hal ini atas upaya keseriusan Bupati SSM menggalakkan program-program advokasi, edukasi, dan sosialisasi yang menyeluruh dan terus-menerus, bertujuan menghilangkan rasa malu atau takut pada masyarakat dalam melaporkan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Masyarakat sekarang paham bahwa mereka dilindungi hukum, dan mereka berani bersuara. Karena Bapak Bupati kita saat ini menginginkan kehadiran pemerintah benar-benar bisa dirasakan masyarakat saat mereka membutuhkan,” ujar Kepala UPTD, Wenda Arif kepada kepada wartawan media ini. Sabtu, (02/11/2024).

Baca Juga :  RSUD Boltim dan PT Jasa Raharja Kotamobagu Teken PKS

Dijelaskannya. Sejak 2021, program pendampingan korban kekerasan dilakukan melalui berbagai kegiatan yang mengacu pada Permen PPPA Nomor 04 Tahun 2018.

“Kami setiap saat selalu mendapat pembinaan dari Bapak Bupati SSM galakan sosialisasi tentang UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, mengingatkan bahwa siapa pun yang melihat, mendengar, atau mengalami kekerasan wajib melaporkan ke pihak berwenang, baik itu elemen masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun keluarga korban,” ujar Wenda.

Dikatakannya, menurut data Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak, kasus-kasus kekerasan seksual dan kekerasan terhadap anak yang muncul akhir-akhir ini, ternyata telah terjadi sejak 5 hingga 7 tahun lalu. Namun, korban baru berani mengungkapkan kasus mereka setelah ada jaminan pendampingan pemerintah daerah di masa kepemimpinan Bupati SSM. Keberanian para korban dalam melaporkan tindak kekerasan yang dialami menjadi bukti tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap upaya pendampingan pemerintah.

Baca Juga :  Dikbud Boltim Data Siswa Putus Sekolah Disetiap Desa, Ini Tujuan Pemerintah

“Kehadiran UPTD PPA sebagai wujud nyata perlindungan dari pemerintah daerah sangat dirasakan masyarakat. Ini merupakan hasil dari keseriusan Bupati SSM dalam membangun sistem yang melindungi perempuan dan anak dari kekerasan. Dan Kami di UPTD PPA tidak ada kata mundur, tapi akan terus mengawal dan memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat Bolaang Mongondow Timur pada umumnya, dan lebih khusus bagi yang mnelaporkan kasus kekerasan,” ungkap Kepala UPTD PPA Boltim.

Peningkatan jumlah laporan kekerasan bukanlah indikasi buruk, melainkan menandakan keberhasilan pemerintah dalam menghadirkan perlindungan yang nyata bagi masyarakat. Kata Kepala UPTD PPA  Boltim bahwa di setiap pertemluan Bupati selalu menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Boltim, memastikan tidak ada lagi korban yang terbungkam oleh rasa takut atau rasa malu.

Baca Juga :  Pengembangan Pariwisata Boltim, Bupati Sachrul Audensi Dengan Kementerian Parekraf

“Ini adalah langkah maju menuju Boltim Bersinar yang benar-benar berpihak pada keadilan dan hak-hak masyarakat sebagai bukti bukti bahwa bapak Bupati tidak main main melainkan serius dalam melindungi masyarakatnya,” pungkasnya.

Public menilai. Melalui kebijakan yang berkelanjutan dan upaya pemerintah daerah dibawah kepemimpinan Bupati SSM, kesadaran masyarakat Boltim untuk melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat, menciptakan harapan bahwa ke depan Boltim akan menjadi daerah yang aman dan terlindungi bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Bry)